Pemerintah Diapresiasi Atasi Lonjakan Harga Jelang Ramadhan
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi kesiapan pemerintah dalam menghadapi Ramadhan dan Lebaran, memastikan ketersediaan sembako dan mencegah lonjakan harga yang signifikan.

Jakarta, 28 Februari 2024 - Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, memberikan apresiasi kepada pemerintah atas kesiapsiagaannya dalam menghadapi bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H. Langkah-langkah konkret yang telah diambil pemerintah untuk memastikan ketersediaan sembako dan kebutuhan pokok lainnya selama periode tersebut dinilai positif. Pemerintah juga berupaya keras untuk menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi kenaikan yang signifikan.
Apresiasi ini disampaikan Saleh menanggapi langkah-langkah antisipatif yang telah dilakukan pemerintah. Jauh sebelum Ramadhan tiba, pemerintah telah menyatakan komitmennya untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok. Hal ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi lonjakan permintaan dan harga menjelang hari raya.
"Kalau kenaikan sedikit, itu hal wajar. Itu masih masuk dalam rumus pasar. Jika permintaan banyak, maka harga akan naik," ujar Saleh dalam keterangannya di Jakarta, Jumat. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah memahami dinamika pasar dan tidak akan serta-merta mengintervensi setiap kenaikan harga, namun tetap fokus pada pengawasan dan pencegahan praktik-praktik yang merugikan konsumen.
Dorongan Pengawasan dan Intervensi Pemerintah
Saleh juga mendorong pemerintah untuk terus melakukan pengawasan ketat terhadap pasar. Komisi VII, yang membidangi perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata, menekankan pentingnya sidak pasar secara berkala dan acak. Hal ini bertujuan untuk memantau harga dan kualitas barang yang diperjualbelikan, serta mencegah praktik spekulasi yang dapat merugikan masyarakat.
Menurut Saleh, kunjungan pasar secara acak sangat penting untuk memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan momen Ramadhan dan Lebaran untuk menaikkan harga secara tidak wajar. Pemerintah, kata dia, perlu siap melakukan intervensi jika ditemukan indikasi kecurangan atau praktik monopoli yang menyebabkan harga melambung tinggi.
"Kadang, ada saja spekulan yang mau ambil untung sesaat di waktu seperti ini, padahal banyak di antara masyarakat kita yang keuangannya terbatas. Mereka tentu harus diproteksi dan dijaga," tegas Saleh. Pernyataan ini menekankan pentingnya perlindungan konsumen, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Antisipasi Lonjakan Permintaan dan Mudik
Saleh juga menyoroti peningkatan kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan pokok cenderung meningkat berkali-kali lipat selama periode tersebut. Banyak masyarakat yang menghabiskan sebagian besar tabungan mereka untuk keperluan ibadah puasa dan merayakan Lebaran. Situasi ini diperparah bagi mereka yang mudik ke kampung halaman, karena kebutuhan mereka akan jauh lebih besar.
"Sudah lazim di bulan Ramadhan dan masa lebaran, kebutuhan naik berkali-kali lipat. Bahkan banyak orang yang menghabiskan tabungan untuk puasa dan berlebaran. Apalagi, mereka yang mudik dan lebaran di kampung, kebutuhannya jauh lebih banyak," kata Saleh. Pernyataan ini menggambarkan realita sosial ekonomi masyarakat Indonesia yang perlu diperhatikan oleh pemerintah.
Pemerintah perlu memastikan distribusi barang berjalan lancar, sehingga ketersediaan barang di pasaran tetap terjaga. Kondisi cuaca yang masih belum menentu, dengan curah hujan yang tinggi, juga menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kelancaran distribusi. Pemerintah perlu mengantisipasi potensi keterlambatan pengiriman barang akibat kondisi cuaca tersebut.
Secara keseluruhan, pernyataan Saleh Partaonan Daulay menunjukkan apresiasi positif terhadap kesiapan pemerintah dalam menghadapi Ramadhan dan Lebaran. Namun, ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan intervensi yang tepat untuk melindungi masyarakat dari potensi kenaikan harga yang tidak wajar.