Pemkab Luwu Gelar Pasar Murah Antisipasi Lonjakan Harga Sembako Jelang Lebaran
Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar pasar murah dengan subsidi Rp 30.000 per paket sembako untuk 2.500 warga di enam kecamatan guna mengantisipasi kenaikan harga menjelang Idul Fitri 1446 H.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu, Sulawesi Selatan, mengambil langkah proaktif dalam mengantisipasi lonjakan harga sembako menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Pemkab Luwu menggelar operasi pasar murah peduli rakyat, sebuah program yang bertujuan untuk memastikan keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat. Operasi pasar murah ini diawali di Kecamatan Ponrang Selatan dan akan menjangkau enam kecamatan lainnya di Kabupaten Luwu.
Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran akan kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Idul Fitri. Dengan menyediakan sembako dengan harga yang lebih terjangkau, Pemkab Luwu berupaya meringankan beban masyarakat dan memastikan perayaan Idul Fitri dapat dijalani dengan tenang. Kegiatan ini dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Luwu tahun anggaran 2025.
Bupati Luwu, Patahudding, dalam keterangannya menyatakan bahwa pasar murah ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat. "Ini salah satu upaya pemerintah agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga murah menjelang perayaan Idhul Fitri 1446 Hijriah," ujar Bupati Luwu melalui keterangan tertulis yang diterima di Makassar, Sabtu. Setelah pelaksanaan pasar murah, Bupati Luwu juga berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar rakyat untuk memantau stabilitas pasokan dan harga pangan hingga hari raya Idul Fitri 2025.
Pasar Murah Berdampak Positif Bagi Masyarakat Luwu
Sebanyak 2.500 paket sembako telah disiapkan oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu untuk didistribusikan dalam operasi pasar murah ini. Setiap paket sembako berisi minyak goreng, gula pasir, terigu, dan susu, dengan harga jual normal Rp80.000 per paket. Namun, berkat subsidi dari pemerintah daerah, harga jual per paket menjadi Rp50.000, sehingga masyarakat dapat menghemat Rp30.000 untuk setiap paket.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu, Ruslang, menjelaskan rincian program ini. "Untuk tahap ini ada sekitar 2.500 paket yang tersebar di enam kecamatan. Per paketnya itu sedianya harga Rp80.000 tapi karena disubsidi menjadi Rp50.000 per paket. Isi per paket berupa minyak goreng, gula pasir, terigu, dan susu," jelasnya. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Luwu, terutama menjelang hari raya Idul Fitri.
Langkah Pemkab Luwu ini dinilai tepat dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan sembako. Dengan adanya subsidi, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat dan memastikan perayaan Idul Fitri berjalan lancar.
Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Lebaran
Pasar murah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Luwu untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga sembako menjelang Lebaran. Dengan menyediakan sembako dengan harga subsidi, diharapkan dapat menekan laju inflasi dan mencegah terjadinya gejolak harga di pasaran. Langkah ini juga menunjukkan komitmen Pemkab Luwu dalam memberikan perlindungan kepada masyarakatnya.
Selain pasar murah, Pemkab Luwu juga akan melakukan pemantauan ketat terhadap harga dan pasokan sembako di pasar tradisional. Sidak yang akan dilakukan Bupati Luwu diharapkan dapat mencegah praktik penimbunan dan manipulasi harga yang dapat merugikan masyarakat. Dengan langkah-langkah komprehensif ini, Pemkab Luwu berupaya menciptakan suasana yang kondusif bagi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Program pasar murah ini bukan hanya sekadar bantuan sembako, tetapi juga merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan pokoknya dan merayakan Idul Fitri dengan lebih tenang dan nyaman. Semoga langkah ini dapat ditiru oleh daerah lain dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan sembako.
Keberhasilan program ini juga akan menjadi tolak ukur bagi Pemkab Luwu dalam merencanakan program serupa di masa mendatang. Evaluasi dan monitoring yang menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan efektivitas dan dampak positif dari program pasar murah ini bagi masyarakat Kabupaten Luwu.