Pemkot Cimahi Bangun Jalur Pedestrian Alun-Alun: Ikon Baru Layaknya Braga dan Malioboro
Pemkot Cimahi membangun jalur pedestrian di Alun-alun Cimahi, terinspirasi Braga dan Malioboro, dilengkapi fasilitas UMKM dan area ramah pejalan kaki.

Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi tengah membangun jalur khusus pejalan kaki atau pedestrian di kawasan Alun-alun Cimahi. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang nyaman dan menarik bagi warga, serupa dengan kawasan pedestrian di Jalan Braga, Bandung, dan Malioboro, Yogyakarta. Pembangunan ini juga akan mencakup fasilitas pendukung bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Endang, menjelaskan bahwa proyek penataan Alun-alun Cimahi merupakan kelanjutan dari upaya penataan kota yang telah dimulai. Proses pembangunan ini melibatkan beberapa tahap, dimulai dengan pelapisan jalan menggunakan batu andesit. Hal ini dilakukan untuk memberikan tampilan yang lebih estetis dan modern pada kawasan alun-alun.
Proses pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan menjadi daya tarik baru bagi Kota Cimahi. Dengan adanya jalur pedestrian yang nyaman dan tertata, diharapkan akan meningkatkan aktivitas masyarakat di kawasan Alun-alun dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui dukungan terhadap UMKM.
Penataan Jalan dan Fasilitas Pendukung
Penataan jalan di kawasan Alun-alun Cimahi telah dimulai dengan pelapisan batu andesit di tiga ruas jalan utama, yaitu Jalan Sekolahan, Jalan Ria, dan Jalan Kaum. Proses ini, menurut Endang, merupakan tahap awal dari proyek yang lebih besar. Setelah proses pelapisan selesai, jalur pedestrian akan ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Cimahi.
Sebagai langkah selanjutnya, Pemkot Cimahi berencana menambahkan berbagai ornamen dan fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan dan daya tarik kawasan Alun-alun. Beberapa fasilitas yang direncanakan meliputi lampu dekorasi, bangku-bangku taman, dan ornamen lainnya yang sesuai dengan konsep pedestrian modern. Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana yang nyaman dan estetis bagi masyarakat yang berkunjung.
Selain itu, Pemkot Cimahi juga akan menyediakan lokasi khusus bagi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Alun-alun. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kawasan pedestrian tetap terjaga kebersihan dan kenyamanannya tanpa terganggu oleh aktivitas jual beli di trotoar. Relokasi PKL ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat bersama dinas terkait.
Ruas Jalan Ditutup Sementara
Saat ini, ruas jalan di kawasan Alun-alun Cimahi yang telah dilapisi batu andesit ditutup sementara untuk proses pemeliharaan. Penutupan sementara ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan keawetan lapisan batu andesit. Setelah proses pemeliharaan selesai, masyarakat dapat menikmati fasilitas pedestrian yang baru dan nyaman di kawasan Alun-alun Cimahi.
Dengan adanya jalur pedestrian ini, diharapkan Alun-alun Cimahi dapat menjadi ruang publik yang lebih hidup dan bermanfaat bagi masyarakat. Selain sebagai tempat rekreasi, kawasan ini juga diharapkan dapat menjadi ikon baru bagi Kota Cimahi, menarik wisatawan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan UMKM.
Pemkot Cimahi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur dan ruang publik di kota ini. Proyek penataan Alun-alun Cimahi ini merupakan salah satu contoh nyata dari komitmen tersebut. Diharapkan, proyek ini dapat selesai tepat waktu dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
"Penataan jalan di kawasan Alun-alun Kota Cimahi sudah mulai dengan melapisi jalan menggunakan batu andesit," kata Endang. "Nanti kita akan pasang lampu dekorasi, bangku-bangku, dan ornamen lainnya. Tujuannya agar kawasan ini nyaman untuk masyarakat dan menjadi ikon baru di Cimahi." Ia juga menambahkan bahwa relokasi PKL akan dilakukan untuk menjaga kawasan pedestrian tetap bersih dan nyaman.