Pemkot Surabaya Jaga Keamanan Selama Libur Lebaran: Siaga Cegah 3C
Pemkot Surabaya perketat keamanan selama libur Lebaran dengan kerjasama Polrestabes, Satpol PP, dan Linmas untuk mencegah kejahatan dan memastikan kenyamanan warga.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meningkatkan kewaspadaan keamanan selama libur Lebaran untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban. Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi potensi kejahatan, seperti curat, curas, dan curanmor (3C). Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan kesiapsiagaan Pemkot dalam menjaga keamanan dan kenyamanan warga Surabaya, baik yang berada di kota maupun yang sedang berlibur.
Kerjasama dengan Polrestabes Surabaya, Satpol PP, dan Linmas dimaksimalkan untuk memastikan keamanan selama libur Lebaran. Petugas keamanan akan berjaga secara bergantian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Wali Kota Eri Cahyadi menekankan pentingnya sinergi antar instansi dalam menjaga keamanan kota selama periode liburan.
"Selama libur Lebaran, kami bersama Polrestabes, Satpol PP, dan Linmas tetap siaga secara bergantian. Kami ingin memastikan keamanan dan kenyamanan warga Surabaya, baik yang merayakan Lebaran di sini maupun yang sedang berlibur," ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Imbauan kepada Warga Surabaya
Pemkot Surabaya mengimbau warga yang meninggalkan kota untuk menitipkan rumah kepada ketua RW setempat. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pengawasan dan menjaga keamanan lingkungan selama rumah ditinggalkan. Wali Kota Eri Cahyadi juga memberikan beberapa imbauan penting terkait keamanan rumah dan lingkungan.
"Kami mengimbau warga yang berlibur di luar kota untuk menitipkan rumahnya kepada ketua RW. Dengan demikian, kita bisa saling menjaga keamanan lingkungan," kata Cak Eri, sapaan akrab Wali Kota Surabaya.
Selain itu, Pemkot Surabaya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4/6457/436.8.6/2025 tentang Peningkatan Pemeliharaan Keamanan, Ketentraman, dan Ketertiban Masyarakat. SE ini berisi imbauan untuk mengaktifkan Pam Swakarsa atau Siskamling dan meningkatkan kewaspadaan terhadap orang tak dikenal.
Surat edaran tersebut juga menekankan pentingnya pengamanan barang berharga dan rumah. Warga diimbau untuk memastikan kunci ganda atau alarm aktif, serta memeriksa kondisi rumah sebelum meninggalkan rumah untuk waktu yang lama.
Langkah Konkret Pengamanan Lebaran
Sebagai langkah konkret, SE tersebut meminta ketua RT/RW untuk menginformasikan kepada warga agar meningkatkan pengamanan barang berharga, seperti tidak memarkir kendaraan sembarangan dan memastikan kunci ganda atau alarm aktif. Imbauan ini bertujuan untuk meminimalisir potensi terjadinya kejahatan.
- Mengunci rumah dengan aman.
- Menyalakan lampu teras.
- Memeriksa dan memastikan keran air tertutup.
- Mematikan kompor dan mencabut regulator gas.
- Mencabut steker listrik.
- Tidak meninggalkan hewan peliharaan tanpa pengawasan.
Selain itu, warga juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap orang tak dikenal, pendatang, penghuni kos-kosan, dan WNA dengan mewajibkan laporan 1x24 jam beserta identitas diri. Pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan sangat ditekankan dalam SE tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat meninggalkan rumah kosong dan memberitahu RT/RW atau tetangga terdekat jika bepergian selama libur panjang Idul Fitri," katanya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pemkot Surabaya berharap dapat menciptakan suasana yang aman dan kondusif bagi warga selama libur Lebaran. Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kota Surabaya.