Perumahan di Malang Rawan Kriminalitas saat Mudik Lebaran, Pemkot Tingkatkan Patroli
Pemkot Malang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kriminalitas di perumahan selama mudik Lebaran karena banyak rumah kosong, sehingga patroli gabungan akan lebih ketat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan di kawasan perumahan selama periode mudik dan libur Lebaran Idul Fitri tahun ini. Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, di Balai Kota Malang pada Selasa, 25 Maret 2024. Kawasan perumahan menjadi perhatian khusus karena rawan ditinggal penghuninya yang mudik ke kampung halaman atau berlibur.
Menurut Ali Muthohirin, pengamanan yang dilakukan petugas gabungan tidak hanya terfokus pada pusat-pusat keramaian, tetapi juga mencakup lingkungan perumahan. "Salah satu titik rawan ada di perumahan," ujar Ali, "kami sudah menerapkan patroli rutin selama mudik dan libur Lebaran yang dilakukan oleh petugas gabungan."
Keputusan untuk meningkatkan pengawasan di perumahan ini didasari oleh fakta bahwa banyak rumah ditinggal kosong oleh pemiliknya yang merayakan Lebaran di kampung halaman atau berlibur ke tempat lain. Kondisi ini menciptakan celah bagi tindak kejahatan, terutama pencurian dan perampokan.
Antisipasi Tindak Kriminal dan Kebakaran
Wakil Wali Kota Malang mengakui bahwa kondisi rumah kosong selama Lebaran membutuhkan perhatian khusus agar masyarakat merasa aman dan tenang. Oleh karena itu, patroli gabungan akan dilakukan lebih ketat dari biasanya. "Makanya (patroli) akan dilakukan lebih ketat," tegasnya.
Beberapa jenis kejahatan yang diwaspadai adalah pencurian dan perampokan rumah kosong. "Kerawanannya tentu tingkat kejahatan yang ada dan paling rawan terjadi pencurian sama perampokan rumah yang kosong," ungkap Ali Muthohirin.
Selain tindak kriminal, Pemkot Malang juga mengantisipasi potensi kebakaran di rumah-rumah kosong. UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang dilibatkan dalam patroli gabungan dan disiagakan untuk menangani laporan kebakaran.
"Kami menyiapkan petugas pemadam kebakaran sehingga bisa terus bersiaga," tambah Ali Muthohirin. Langkah antisipasi ini penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar akibat kebakaran di rumah-rumah yang ditinggal kosong.
Upaya Pencegahan Peredaran Uang Palsu
Pemkot Malang juga tidak melupakan potensi peredaran uang palsu yang sering muncul pada momen-momen tertentu, seperti Lebaran. Pihaknya telah mengantisipasi hal ini untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian akibat penggunaan uang palsu.
"Kami antisipasi soal uang palsu itu, supaya masyarakat tidak ada yang kena," kata Ali Muthohirin. Upaya pencegahan ini menunjukkan komitmen Pemkot Malang untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga selama periode mudik dan libur Lebaran.
Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil Pemkot Malang menunjukkan kesiapan dalam menghadapi potensi kerawanan selama periode mudik dan libur Lebaran. Peningkatan patroli gabungan, antisipasi kebakaran, dan pencegahan peredaran uang palsu merupakan upaya konkret untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Malang.