Polresta Mataram Intensifkan Patroli Rumah Kosong Antisipasi Kriminalitas Lebaran
Polresta Mataram meningkatkan patroli di rumah-rumah kosong selama libur Lebaran untuk mencegah aksi kriminalitas, melibatkan aparat lingkungan dan tokoh masyarakat.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), meningkatkan kewaspadaan keamanan selama libur Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah. Hal ini dilakukan dengan mengintensifkan patroli di rumah-rumah kosong yang ditinggal pemiliknya mudik ke kampung halaman. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi peningkatan aksi kriminalitas selama periode tersebut. Patroli tersebut dilakukan oleh jajaran kepolisian sektor (Polsek) di seluruh wilayah Mataram.
Kepala Polresta Mataram, AKBP Hendro Purwoko, memberikan instruksi langsung terkait peningkatan patroli ini. "Sesuai arahan pimpinan (Kapolresta Mataram), kami berkomitmen memberikan pengamanan melalui patroli rutin terhadap rumah-rumah yang ditinggal mudik oleh pemiliknya," jelas Kepala Polsek Ampenan, AKP Gede Sukarta, di Mataram, Rabu (2/4).
Sasaran utama patroli difokuskan pada kompleks perumahan yang banyak dihuni oleh pendatang di Kota Mataram. Hal ini didasari pada pertimbangan kerawanan yang lebih tinggi di area tersebut. Polisi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang terlihat di sekitar rumah kosong.
Patroli Kolaboratif Libatkan Warga
AKP Gede Sukarta mengimbau masyarakat untuk aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika melihat aktivitas yang mencurigakan di sekitar rumah kosong. "Kami berharap upaya ini dapat mengantisipasi terjadinya aksi kriminal selama pemiliknya mudik ke kampung halaman," tambahnya. Langkah serupa juga dilakukan oleh Kapolsek Gunungsari, AKP Supianto, yang mengerahkan anggotanya untuk melakukan patroli di wilayah hukumnya.
Mengingat banyaknya kompleks perumahan di wilayah Gunungsari yang dihuni oleh pendatang, AKP Supianto menerapkan strategi kolaboratif. Ia melibatkan aparat lingkungan, seperti kepala lingkungan, ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat dalam kegiatan patroli ini. Kerja sama ini dinilai efektif dalam meningkatkan jangkauan pengawasan dan respon terhadap potensi kejahatan.
Pendekatan kolaboratif ini dipilih karena keterbatasan jumlah anggota polisi di tingkat Polsek. Dengan melibatkan warga, pengawasan terhadap rumah-rumah kosong menjadi lebih menyeluruh dan efektif. "Kami melibatkan kepala lingkungan, ketua RT, bahkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan serta pemuda di wilayah masing-masing," ucap AKP Supianto.
AKP Supianto berharap sinergi ini dapat mencegah terjadinya aksi pencurian atau kejahatan lainnya selama periode mudik Lebaran. "Semoga dengan upaya kami di lapangan ini dapat mencegah terjadinya aksi pencurian," ujarnya.
Pentingnya Kesiapsiagaan dan Partisipasi Masyarakat
Peningkatan patroli oleh Polresta Mataram merupakan langkah proaktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama libur Lebaran. Langkah ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada warga yang merayakan Idul Fitri di kampung halaman maupun yang tetap berada di Kota Mataram. Kerja sama yang baik antara kepolisian dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian sangat diapresiasi. Informasi yang diberikan oleh masyarakat dapat membantu kepolisian dalam mencegah dan menindak kejahatan secara cepat dan efektif. Dengan demikian, diharapkan libur Lebaran dapat dirayakan dengan aman dan nyaman oleh seluruh warga Mataram.
Langkah-langkah yang dilakukan oleh Polresta Mataram ini patut diapresiasi sebagai upaya preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Semoga dengan adanya patroli yang intensif dan kolaborasi yang baik antara aparat kepolisian dan masyarakat, angka kriminalitas dapat ditekan selama periode mudik Lebaran.