Polresta Mataram Jalin Kerja Sama Amankan Rumah Warga saat Mudik Lebaran 2025
Polresta Mataram berkolaborasi dengan aparat lingkungan untuk mengamankan rumah warga yang ditinggal mudik Lebaran 2025, mengantisipasi potensi tindak kriminal selama libur panjang.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengambil langkah proaktif mengamankan rumah-rumah warga yang ditinggal mudik Lebaran 1446 Hijriah/2025. Kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tingkat pemerintah kota hingga lingkungan, menjadi kunci strategi pengamanan ini. Langkah ini dilakukan untuk mencegah aksi kriminal selama periode libur panjang Idul Fitri.
Kapolresta Mataram, Kombes Pol Ariefaldi Warganegara, menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan Pemkot Mataram dan seluruh lapisan masyarakat. Inisiatif ini melibatkan kepala lingkungan, ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda di setiap wilayah. "Kami melibatkan kepala lingkungan, ketua RT, bahkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan serta pemuda di wilayah masing-masing," ujar Kapolresta.
Antisipasi kejahatan terhadap rumah kosong menjadi fokus utama. Warga yang mudik diimbau untuk memberi tahu perangkat lingkungan atau tetangga terdekat mengenai kepergian mereka. Hal ini bertujuan agar rumah mereka tetap dalam pengawasan selama ditinggal mudik. "Sebelum mudik, sempatkan berpamitan dan memberikan informasi kalau mereka akan pergi mudik. Minimal ke tetangga," imbau Kapolresta.
Pengamanan Lebaran 2025: Antisipasi Lonjakan Pendatang
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, evaluasi Polresta Mataram memprediksi peningkatan jumlah pendatang ke Lombok selama libur Lebaran 2025. Hal ini disebabkan oleh masa libur yang panjang, di mana banyak pekerja telah mengambil cuti sejak 21 Maret 2025 karena sistem kerja dari mana saja (WFA) dan juga bertepatan dengan libur sekolah.
Untuk memastikan keamanan selama periode tersebut, Polresta Mataram telah menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Rinjani 2025 pada 20 Maret 2025. Operasi ini akan berlangsung mulai 26 Maret hingga 8 April 2025.
Sebagai bagian dari Operasi Ketupat Rinjani 2025, Polresta Mataram akan mendirikan lima pos pengamanan. Tiga pos pengamanan akan ditempatkan di simpang tiga Kebon Roek, Karang Jangkong, dan Terminal Mandalika. Selain itu, satu pos pelayanan akan didirikan di Narmada, dan satu pos terpadu di depan Lombok Epicentrum Mall. Kelima pos ini akan beroperasi selama 24 jam penuh selama 14 hari.
"Lima pos pengaman tersebut disiapkan mulai 26 Maret sampai tanggal 8 April 2025. Selama 14 hari ke depan, petugas kami siagakan 24 jam di setiap pos," tegas Kapolresta.
Pengamanan Kegiatan Ramadhan dan Lebaran
Polresta Mataram tidak hanya fokus pada pengamanan rumah kosong. Koordinasi juga dilakukan untuk mengamankan berbagai kegiatan besar selama Ramadhan dan Lebaran. Beberapa kegiatan tersebut antara lain perayaan Ogoh-Ogoh, Nyepi, malam takbiran, Shalat Idul Fitri, serta arus mudik dan arus balik.
Dengan berbagai upaya pengamanan tersebut, diharapkan masyarakat Mataram dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan harmonis, baik bagi mereka yang mudik maupun yang tetap berada di kota. "Harapan kami masyarakat Mataram yang mudik bisa merasa lebih tenang meninggalkan rumahnya, dan warga yang berada di kota juga dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan harmonis," tutup Kapolresta.
Langkah-langkah yang dilakukan Polresta Mataram ini menunjukkan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri. Kerja sama yang erat dengan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan suasana yang kondusif.