Pemprov Kalsel Dorong Daya Saing Koperasi dan UKM di Era Digital
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) berupaya meningkatkan daya saing koperasi dan UKM melalui pelatihan digitalisasi dan pengawasan internal untuk menghadapi tantangan globalisasi dan era digital.

Banjarmasin, 24 Februari 2025 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) tengah gencar meningkatkan kualitas dan daya saing koperasi serta Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerahnya. Langkah ini dilakukan sebagai respon terhadap tantangan era digital dan globalisasi yang semakin kompetitif.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Yanuar Noor Rifai, menjelaskan bahwa peningkatan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama upaya tersebut. Salah satu strateginya adalah melalui pelatihan intensif yang dirancang untuk membekali pelaku koperasi dan UKM dengan keterampilan yang dibutuhkan.
Pelatihan yang diselenggarakan Diskop UKM Kalsel pada 24-27 Februari 2025 di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Kalsel, Banjarbaru, ini diikuti oleh 60 peserta. Mereka terbagi dalam dua kelompok pelatihan; 30 peserta untuk pelatihan digitalisasi koperasi dan 30 peserta lainnya untuk pelatihan pengawasan internal koperasi. Peserta terdiri dari pengurus, pengelola, dan anggota koperasi.
Peningkatan SDM Koperasi dan UKM Kalsel
Gusti Yanuar Noor Rifai memaparkan tujuan pelatihan digitalisasi koperasi adalah untuk mendorong transformasi koperasi menuju koperasi modern yang memanfaatkan teknologi digital secara efektif. Sementara itu, pelatihan pengawasan internal bertujuan memperkuat peran pengawas koperasi dalam menjamin tata kelola yang transparan dan akuntabel, sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Para peserta pelatihan digitalisasi koperasi memperoleh pemahaman mendalam tentang transformasi digital, aplikasi komputer akuntansi, serta praktik penggunaan teknologi dalam pengelolaan koperasi. Mereka dilatih untuk mengoptimalkan teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Sedangkan peserta pelatihan pengawasan internal menerima materi mengenai fungsi pengawasan yang efektif, manajemen koperasi yang baik, serta penyusunan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pengawasan yang akurat dan transparan. Hal ini diharapkan dapat mencegah potensi penyimpangan dan meningkatkan kepercayaan anggota koperasi.
Gusti Yanuar berharap pelatihan ini akan berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan koperasi kepada anggota, peningkatan kualitas manajerial koperasi, serta peningkatan kinerja pengurus, pengelola, dan pengawas koperasi. Semua ini selaras dengan visi Pemprov Kalsel untuk membentuk koperasi yang sehat, modern, dan taat hukum.
Koperasi Modern dan Produk Lokal yang Kompetitif
Lebih lanjut, Gusti Yanuar menegaskan bahwa pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas produk lokal. Tujuan akhirnya adalah agar produk-produk tersebut mampu bersaing tidak hanya di pasar nasional, tetapi juga internasional. Penguasaan teknologi dan manajemen yang baik menjadi kunci keberhasilan dalam persaingan global.
Beliau juga menyampaikan apresiasinya kepada koperasi yang aktif melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Lima koperasi telah menerima sertifikat penghargaan atas partisipasi aktif mereka dalam RAT, sementara lebih dari 20 koperasi lainnya dijadwalkan untuk melaksanakan RAT menjelang bulan Ramadhan.
Diskop UKM Provinsi Kalsel juga aktif mencari koperasi percontohan di berbagai sektor, termasuk perkebunan, produsen, jasa, dan syariah. Koperasi Borneo Gresindo di Tanah Laut menjadi salah satu contoh koperasi produsen yang sukses. Sementara itu, terdapat koperasi syariah yang telah berhasil meraih predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) selama enam kali berturut-turut setelah diaudit secara eksternal.
Saat ini, jumlah koperasi di Kalimantan Selatan mencapai 3.088 unit, dengan 2.008 unit di antaranya tercatat aktif. Pemprov Kalsel berkomitmen untuk terus mendukung dan membina koperasi agar dapat berkontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah.