Pendakian Gunung Rinjani Dibuka 2025, TNGR Ingatkan Wisatawan Patuhi SOP
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani mengingatkan para pendaki untuk mematuhi SOP pendakian guna keselamatan dan kelestarian alam, jalur pendakian Sembalun, Senaru, dan Torean telah penuh hingga 10 April 2025.
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan imbauan penting bagi para wisatawan yang ingin menaklukkan puncak Gunung Rinjani. Imbauan ini disampaikan menyusul dibukanya kembali jalur pendakian pada tahun 2025. Kepala Balai TNGR NTB, Yarman, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP) pendakian untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para pendaki.
Pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani pada tahun 2025 disambut antusiasme tinggi. Namun, TNGR mengingatkan bahwa pendakian merupakan aktivitas yang menantang dan penuh risiko. Oleh karena itu, mematuhi SOP pendakian bukan sekadar aturan, melainkan kunci utama untuk menjaga keselamatan para pendaki dan kelestarian lingkungan Gunung Rinjani.
"Saat ini jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani Lombok, NTB pada 2025 mulai dibuka," kata Kepala Balai TNGR NTB Yarman di Mataram, Selasa. Ia menambahkan, "Pendakian adalah petualangan, tapi juga tanggung jawab sebagai pengunjung yang bijak. Mematuhi standar operasional prosedur pendakian Gunung Rinjani adalah langkah pertama untuk memastikan keselamatan, dan juga untuk kelestarian alam yang sama-sama kita cintai."
Patuhi SOP Demi Keselamatan dan Kelestarian Alam
Tujuan utama penerapan SOP pendakian Gunung Rinjani adalah untuk memberikan pedoman bagi setiap pendaki agar perjalanan mereka aman dan terhindar dari risiko kecelakaan. SOP ini juga dirancang untuk meminimalisir dampak negatif terhadap ekosistem Gunung Rinjani yang sangat rentan.
Kepala Balai TNGR menekankan bahwa aturan-aturan yang ada bukanlah pembatas, melainkan pelindung. Dengan mematuhi SOP, para pendaki dapat menikmati keindahan Gunung Rinjani dengan aman dan bertanggung jawab. "Aturan bukanlah pembatas, melainkan pelindung yang memberi semua kebebasan untuk menikmati hidup dengan aman," tegasnya.
Lebih lanjut, Yarman mengajak para pendaki untuk tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga turut serta menjaga kelestariannya untuk generasi mendatang. "Jangan hanya mendaki, tapi juga jaga keindahan Rinjani untuk generasi mendatang," imbuhnya. Hal ini sejalan dengan program 'zero waste' yang tengah digalakkan.
Booking Pendakian Sudah Penuh
Antusiasme pendaki terhadap Gunung Rinjani terlihat dari tingginya pemesanan jalur pendakian. Untuk jalur Sembalun, Senaru, dan Torean, kuota 400 pendaki per hari telah penuh hingga tanggal 10 April 2025. Hal ini menunjukkan pentingnya perencanaan dan pemesanan jalur pendakian jauh-jauh hari.
Pihak TNGR berharap para pendaki dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap SOP yang telah ditetapkan. Dengan demikian, pendakian dapat dilakukan dengan aman dan bertanggung jawab, serta berkontribusi pada pelestarian lingkungan Gunung Rinjani. "Mari menjadi pendaki cerdas, tingkatkan kesadaran dan kepatuhan, demi kelestarian alam dan keselamatan bersama serta diharapkan mendukung 'program zero waste'," tutup Yarman.
Imbauan kepada para pendaki Gunung Rinjani:
- Patuhi SOP pendakian yang telah ditetapkan.
- Jaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
- Laksanakan pendakian dengan aman dan bertanggung jawab.
- Dukung program 'zero waste' dengan tidak meninggalkan sampah.
Dengan kerjasama dan kesadaran bersama, kita dapat memastikan bahwa Gunung Rinjani tetap terjaga keindahan dan kelestariannya untuk generasi mendatang. Pendakian yang aman dan bertanggung jawab akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pendaki, sekaligus memastikan kelestarian alam yang luar biasa ini.