Pintu Air Wonokromo Surabaya: Teknologi IoT Kini Awasi Debit Air Secara Real-time
Pintu Air Wonokromo di Surabaya kini menggunakan sistem IoT berbasis sensor canggih untuk memantau dan mengendalikan debit air secara real-time, meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko kesalahan manusia.

Pintu Air Wonokromo, yang terletak di percabangan Kali Mas dan Kali Surabaya, Surabaya, kini telah dimodernisasi dengan sistem Internet of Things (IoT) berbasis sensor canggih. Sistem ini memungkinkan pemantauan dan pengendalian debit air secara real-time dari Command Centre di kantor pusat Perum Jasa Tirta (PJT) I, Malang. Modernisasi ini menjawab tantangan pengoperasian manual sebelumnya yang rentan terhadap kesalahan manusia dan keterlambatan respons terhadap perubahan debit air.
Sebelumnya, pengoperasian pintu air dilakukan secara manual oleh operator di lokasi. Proses manual ini memiliki keterbatasan dalam hal kecepatan dan ketepatan pemantauan, terutama dalam merespons perubahan debit air yang cepat akibat cuaca di Surabaya. Dengan sistem IoT, pemantauan dan pengendalian menjadi lebih presisi dan efisien.
Sistem IoT ini memberikan solusi cerdas untuk pengelolaan sumber daya air. Perum Jasa Tirta I, sebagai BUMN pengelola sumber daya air, berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menghadirkan solusi teknologi terkini demi keberlanjutan pengelolaan air di masa depan. Modernisasi Pintu Air Wonokromo merupakan bukti nyata komitmen tersebut.
Sistem Sensor Canggih untuk Pengendalian Presisi
Modernisasi Pintu Air Wonokromo meliputi pemasangan berbagai sensor pada infrastruktur bendung. Sensor-sensor ini meliputi sensor ketinggian elevasi hulu dan hilir, sensor ketinggian bukaan pintu, dan sensor pengaman pintu. Data dari sensor-sensor ini dikumpulkan dan diproses oleh controller berbasis programmable logic controller (PLC).
Controller PLC ini berperan penting dalam kalibrasi, sinkronisasi, dan integrasi data sensor ke server pusat. Sistem ini memungkinkan operasi daring atau otomatis sesuai aturan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, pengoperasian pintu air menjadi lebih otomatis dan terukur, meminimalisir intervensi manual.
Sistem otomatis ini juga meningkatkan efisiensi pengelolaan air, terutama dalam merespon perubahan debit air yang cepat. Hal ini mengurangi risiko human error dan mengoptimalkan distribusi air untuk berbagai kebutuhan, termasuk penyediaan air baku untuk PDAM Surabaya dan industri di hilir sungai.
Sejarah dan Fungsi Pintu Air Wonokromo
Pintu Air Wonokromo, yang dibangun sejak tahun 1917 pada masa kolonial Belanda, memiliki sejarah panjang dalam mengatur aliran air di Surabaya. Rehabilitasi besar pertama dilakukan pada tahun 1991 oleh Proyek Brantas, mengganti pintu air kayu lama dengan pintu baja bermotor elektrik.
Pintu air ini memiliki dua pintu pengatur dan dua pintu pelayaran. Fungsinya sangat vital, yaitu untuk mengendalikan banjir di Kali Mas, mengatur debit pemeliharaan sungai, mengatur ketinggian muka air di Kali Surabaya, serta menyediakan air baku untuk PDAM Surabaya dan industri di hilir sungai.
Dengan adanya sistem IoT, fungsi-fungsi tersebut kini dapat dijalankan dengan lebih efektif dan efisien. Sistem ini memberikan informasi real-time yang akurat, memungkinkan respons yang cepat dan tepat terhadap berbagai kondisi, termasuk potensi banjir.
Manfaat Sistem IoT untuk Pengendalian Banjir
Kepala Sub Divisi Pengelolaan Wilayah Sungai Brantas 3 PJT I, Teguh Bayu Aji, menjelaskan bahwa sistem otomatis berbasis internet ini akan sangat membantu dalam pengendalian banjir di wilayah Surabaya. Sistem ini memungkinkan pemantauan dan respon yang lebih cepat dan akurat terhadap perubahan debit air.
Dengan kemampuan pemantauan real-time, potensi banjir dapat diantisipasi lebih dini. Sistem ini juga memberikan data yang akurat untuk pengambilan keputusan dalam pengelolaan debit air, sehingga dapat meminimalisir dampak banjir. Ini merupakan langkah strategis PJT I dalam meningkatkan pelayanan dan pengelolaan sumber daya air.
Supervisor Wilayah Sungai Brantas PJT I, Dwi Mihayanto, menambahkan bahwa "Modernisasi ini meningkatkan efisiensi pengelolaan air, terutama dalam merespons perubahan debit air yang cepat, mengurangi risiko human error, dan mengoptimalkan distribusi air." PJT I, yang kini berusia 35 tahun, berkomitmen untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi cerdas untuk keberlanjutan air di masa depan.
Dengan integrasi teknologi IoT, Pintu Air Wonokromo menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya air, khususnya dalam upaya mitigasi bencana banjir dan optimalisasi distribusi air untuk berbagai kebutuhan masyarakat Surabaya.