PLN Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Manado: 200 Paket Sembako Terdistribusi
PLN UID Suluttenggo menyalurkan 200 paket bantuan sembako kepada korban banjir Manado, berkolaborasi dengan TNI dan pemerintah setempat untuk membantu pemulihan pascabencana.

Banjir yang melanda Kota Manado, Sulawesi Utara, pada 26 Maret 2024 telah menyebabkan kerugian besar bagi ribuan warga. Hujan deras yang berlangsung beberapa hari mengakibatkan genangan air setinggi beberapa meter, merusak rumah dan harta benda warga, serta mengganggu mobilitas masyarakat. PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (UID Suluttenggo) bergerak cepat memberikan bantuan kemanusiaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
General Manager PLN UID Suluttenggo, Atmoko Basuki, memimpin langsung penyaluran bantuan tersebut. Bantuan diberikan di beberapa posko bencana, antara lain Masjid Darul Arqam Manado, Gereja GMIM Efrata Paal Dua, Masjid Besar Ar-Rahma Banjer, dan Gereja GMIM Yerusalem Paal Dua. Penyaluran bantuan ini melibatkan jajaran PLN, Srikandi PLN, Tim Reaksi Cepat (TRC), serta berkolaborasi dengan Komando Resor Militer 131/Santiago yang diwakili oleh Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip.
"Hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana," kata Atmoko Basuki, menekankan komitmen PLN dalam membantu warga yang terkena musibah. Bantuan yang diberikan berupa 200 paket sembako, berisi beras, minyak goreng, gula, air minum, dan kasur. Kehadiran TNI dalam penyaluran bantuan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara berbagai pihak dalam upaya penanggulangan bencana.
Bantuan PLN Merupakan Bentuk Kepedulian Sosial
Atmoko Basuki menyampaikan harapan agar bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban dan membantu mereka bangkit kembali. "Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir dan membantu mereka untuk bangkit kembali. PLN akan terus berkomitmen dalam memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat," ujarnya. Hal senada disampaikan oleh Wali Kota Manado, Andrei Angouw, yang mengapresiasi respon cepat PLN dalam memberikan bantuan.
Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip juga menyampaikan rasa syukur karena hujan telah mulai mereda, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih lancar. Ia pun mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan PLN. "Kita bersyukur bahwa hujan kini mulai mereda, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih lancar. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada PLN atas kepedulian dan bantuannya kepada masyarakat terdampak. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka yang sedang berusaha bangkit kembali," ujar Martin Turnip.
Program TJSL PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga mencakup komitmen kuat dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan. PLN secara konsisten berupaya membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan bagi warga Manado yang terdampak banjir.
PLN Prioritaskan Keselamatan Masyarakat Pasca Banjir
Selain menyalurkan bantuan sosial, PLN juga menekankan pentingnya keselamatan masyarakat pascabanjir. PLN mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap bahaya listrik, menghindari risiko korsleting dan kecelakaan listrik. PLN memastikan bahwa keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama dalam pemulihan jaringan listrik setelah banjir surut. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen PLN dalam memberikan layanan yang aman dan andal.
PLN berkomitmen untuk terus mendukung masyarakat melalui berbagai program sosial yang bermanfaat. Kolaborasi dengan TNI dan pemerintah daerah menunjukkan sinergi yang positif dalam menghadapi dan mengatasi dampak bencana alam. Semoga bantuan ini dapat memberikan dampak positif bagi para korban banjir Manado dan mempercepat proses pemulihan kehidupan mereka.
Melalui aksi nyata ini, PLN menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dan komitmennya dalam membangun negeri. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa materi, tetapi juga memberikan harapan dan semangat bagi warga Manado untuk bangkit kembali dari musibah yang menimpa mereka.