PLN Siap Penuhi Kebutuhan Listrik Bersih KEK Gresik hingga 500 MVA
PT PLN (Persero) berkomitmen menyediakan listrik andal dan energi bersih hingga 500 MVA untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik di JIIPE, termasuk rencana pembangunan PLTS 148 MWp.

PT PLN (Persero) memastikan kesiapannya dalam memenuhi kebutuhan listrik dan energi bersih untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Jawa Timur. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Ritel dan Niaga PT PLN (Persero), Edi Srimulyanti, dalam keterangan resmi pada Jumat, 28 Maret 2024. Komitmen ini mencakup penyediaan pasokan listrik yang andal dan pengembangan energi hijau untuk kawasan industri tersebut.
"PLN tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan pelanggan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di PLN, serta peraturan dari Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN," tegas Edi Srimulyanti. Komitmen ini diperkuat oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, yang menyatakan PLN akan mempercepat proses penyambungan listrik untuk mendukung percepatan pembangunan di KEK Gresik.
Target penyelesaian penyambungan listrik baru dengan kapasitas 40 MW dijadwalkan pada Juli 2025. Hal ini menunjukkan keseriusan PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Kerja sama yang erat antara PLN dan PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) sebagai pengelola JIIPE menjadi kunci keberhasilan proyek ini.
PLN dan BKMS Kolaborasi Bangun PLTS 148 MWp
Dalam pertemuan antara PLN dan PT BKMS, kedua belah pihak membahas rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sistem ground mounted dan floating. Proyek ini ditargetkan memiliki kapasitas total 148 MWp dan akan terhubung dengan Gardu Induk PLN. PLTS ini akan menjadi sumber energi bersih yang mendukung operasional industri di KEK Gresik.
Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendorong penggunaan energi terbarukan. Dengan adanya PLTS ini, KEK Gresik diharapkan dapat menjadi kawasan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. PLN berkomitmen untuk memastikan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi kawasan ini.
Pembangunan PLTS ini juga menunjukkan komitmen PLN dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Kehadiran PLTS ini akan mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan.
Kebutuhan Listrik KEK Gresik Mencapai 500 MVA
PT BKMS menyebutkan bahwa total kebutuhan daya listrik di KEK Gresik mencapai 500 MVA. Saat ini, daya listrik yang terpasang meliputi 170 MVA untuk PT Freeport dan 29,5 MVA untuk PT BKMS dengan tarif curah tegangan menengah.
Proyeksi kebutuhan daya listrik di masa mendatang cukup signifikan. Direktur Operasi PT BKMS, Naresh Kumar Anchalia, memperkirakan kebutuhan daya untuk New BKMS akan mencapai 300,5 MVA. Rinciannya adalah tambahan 40 MVA pada 2025, 260 MVA pada 2028, dan 300,5 MVA pada 2029.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang pesat di KEK Gresik dan menandakan kepercayaan investor terhadap potensi kawasan ini. PLN siap untuk memenuhi kebutuhan daya tersebut dan memastikan pasokan listrik yang andal untuk mendukung perkembangan KEK Gresik.
Naresh Kumar Anchalia mengapresiasi langkah PLN dalam memastikan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan. "Dengan adanya sinergi yang kuat antara PLN dan BKMS, kami optimistis KEK Gresik dapat berkembang pesat dan menarik lebih banyak investor," katanya.
Sinergi antara PLN dan BKMS ini menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung pengembangan kawasan industri. Dengan pasokan listrik yang terjamin dan ramah lingkungan, KEK Gresik diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur dan Indonesia.