Polisi Lamongan Antisipasi Ketujuh Titik Rawan Macet Arus Mudik Lebaran 2025
Kepolisian Lamongan menyiapkan strategi untuk mengurai kemacetan di tujuh titik rawan selama arus mudik Lebaran 2025, termasuk di Pasar Babat dan jalur Pantura.

Kepolisian Resor Lamongan, Jawa Timur, telah mengantisipasi potensi kemacetan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2025. Tujuh titik rawan macet telah diidentifikasi, dan berbagai strategi telah disiapkan untuk memastikan kelancaran arus mudik. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lamongan, AKP Nur Arifin, dalam konferensi pers di Lamongan pada Kamis.
AKP Nur Arifin menjelaskan bahwa Pasar Babat menjadi salah satu titik yang paling diperhatikan. Tingginya aktivitas pasar dan pertemuan arus kendaraan dari berbagai daerah membuat kawasan ini sangat rawan kemacetan. Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Forkopimcam Babat untuk melakukan penertiban kendaraan yang parkir sembarangan dan pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan.
Berbagai upaya telah disiapkan untuk mengatasi potensi kemacetan di Pasar Babat dan titik-titik rawan lainnya. Langkah-langkah tersebut meliputi pengaturan lalu lintas, penertiban parkir, dan bahkan rekayasa lalu lintas seperti contra flow jika diperlukan. Operasi Ketupat Semeru 2025 diharapkan dapat menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi pemudik.
Antisipasi Kemacetan di Pasar Babat
Pasar Babat menjadi fokus utama antisipasi kemacetan. Kepolisian akan memasang pembatas jalan non permanen untuk mencegah putar balik sembarangan. Kendaraan umum akan diberikan waktu singkat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang guna mencegah penumpukan. Sebagai antisipasi penutupan palang pintu kereta api, skema contra flow telah disiapkan.
"Kami akan memasang pembatas jalan non permanen untuk mencegah pengendara melakukan putar balik sembarangan. Kendaraan umum juga diberi waktu singkat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di sekitar pasar agar tidak terjadi penumpukan," kata AKP Nur Arifin.
Apabila terjadi keadaan darurat di sekitar Tugu Wingko Babat, maka arus lalu lintas akan dialihkan melalui rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir dampak kemacetan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Jalur Alternatif dan Titik Rawan Lainnya
Selain Pasar Babat, Polres Lamongan juga telah memetakan enam titik rawan kemacetan lainnya. Titik-titik tersebut meliputi Sukodadi, Jalan Raya Nasional Lamongan-Gresik, jalur pantai utara (Pantura), Jalan Raya Nasional Daendels, dan Pasar Blimbing. Untuk mengantisipasi kemacetan di jalur-jalur tersebut, Polres Lamongan menyiapkan jalur alternatif.
Kendaraan dari arah Jombang-Gresik atau Surabaya akan dialihkan melalui Kecamatan Ngimbang-Sambeng. Sementara itu, kendaraan dari Bojonegoro menuju Jombang akan dialihkan melalui Simpang Tiga Mira. Petugas kepolisian akan ditempatkan di titik-titik tersebut untuk mengarahkan arus lalu lintas.
Selama Operasi Ketupat Semeru 2025, sebanyak 269 personel gabungan akan disiagakan di tiga pos pengamanan, yaitu di Babat, Wisata Bahari Lamongan (WBL), dan wilayah kota Lamongan. Hal ini untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran 2025.
"Operasi Ketupat Semeru 2025 ini diharapkan dapat memperlancar arus mudik dan menciptakan keamanan serta kenyamanan bagi masyarakat yang merayakan Lebaran," tambah AKP Nur Arifin.
Dengan berbagai strategi dan persiapan yang telah dilakukan, diharapkan arus mudik Lebaran 2025 di Lamongan dapat berjalan lancar dan aman.
Kesimpulan
Langkah-langkah antisipasi yang dilakukan oleh Polres Lamongan menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadapi potensi kemacetan selama arus mudik Lebaran 2025. Dengan adanya jalur alternatif, penambahan personel, dan koordinasi dengan instansi terkait, diharapkan arus mudik dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan nyaman dan aman.