Polres Bangka Barat Amankan Cengbeng, Jaga Tradisi Ziarah Kubur Leluhur
Polres Bangka Barat mengamankan perayaan Cengbeng, tradisi ziarah kubur warga keturunan Tionghoa di Bangka Barat, untuk memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan.

Personel Polres Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, melaksanakan pengamanan Cengbeng, tradisi ziarah ke makam leluhur, di beberapa kompleks pemakaman pada 3 April 2024. Kegiatan ini difokuskan di sejumlah lokasi, termasuk kompleks pemakaman warga keturunan Tionghoa yang luas di Kampung Menjelang, Mentok. Pengamanan dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan para peziarah yang datang dari berbagai wilayah.
Kepala Seksi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Januardi, menjelaskan bahwa banyak warga yang mengunjungi makam leluhur mereka dalam beberapa hari terakhir untuk memanjatkan doa. Polisi hadir untuk mengantisipasi gangguan dan memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar dan aman. Pengamanan melibatkan penempatan personel di beberapa titik jalan menuju kompleks pemakaman dan patroli keliling lokasi.
Selain pengamanan, petugas juga mengatur lalu lintas kendaraan untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan. Iptu Januardi berharap kehadiran polisi memberikan rasa aman kepada para peziarah sehingga mereka dapat melaksanakan sembahyang dengan nyaman. Tradisi ziarah kubur ini diperkirakan masih berlangsung beberapa hari ke depan.
Pengamanan Cengbeng dan Himbauan Kamtibmas
Polres Bangka Barat mengimbau seluruh warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban, dan segera melapor ke pihak kepolisian jika terjadi potensi gangguan. Pengamanan Cengbeng merupakan upaya untuk menjaga kelancaran tradisi sekaligus menciptakan suasana yang kondusif bagi masyarakat.
Langkah-langkah pengamanan yang dilakukan Polres Bangka Barat menunjukkan komitmen untuk melindungi dan melayani masyarakat. Dengan kehadiran polisi, diharapkan para peziarah dapat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan tradisi leluhur mereka.
Selain itu, Polres Bangka Barat juga aktif berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan elemen terkait untuk memastikan pelaksanaan Cengbeng berjalan lancar dan tertib. Hal ini menunjukkan sinergi yang baik antara pihak kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Makna Cengbeng dan Ajakan Melestarikan Tradisi
Suwito Wu, pemerhati sejarah dan budaya Tionghoa di Bangka, menyatakan bahwa tradisi Cengbeng merupakan kebiasaan baik yang diwariskan leluhur dan masih dipegang teguh hingga kini. Tradisi memanjatkan doa untuk arwah orang tua dan leluhur merupakan bentuk bakti dan cinta.
Suwito Wu mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan tradisi ini sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua dan leluhur. Beliau menekankan nilai kebaikan yang terkandung dalam tradisi Cengbeng, yaitu berbakti kepada orang tua ketika masih hidup dan merawat makam mereka setelah meninggal dunia.
Tradisi Cengbeng bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang patut dijaga dan dilestarikan. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga warisan budaya dan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya.
Dengan adanya pengamanan yang dilakukan oleh Polres Bangka Barat dan ajakan untuk melestarikan tradisi dari Suwito Wu, diharapkan tradisi Cengbeng dapat terus berlangsung dan menjadi bagian penting dari budaya Bangka Barat.