Polres Pamekasan Jamin Keamanan Libur Lebaran: 263 Personel Gabungan Siaga di Objek Wisata
Polres Pamekasan mengerahkan 263 personel gabungan untuk mengamankan libur Lebaran 1446 Hijriah, fokus pada jalur mudik, pusat perbelanjaan, dan objek wisata di Pamekasan.

Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, Jawa Timur, meningkatkan pengamanan selama libur Lebaran 1446 Hijriah. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warga yang mudik dan berlibur bersama keluarga. Pengamanan tak hanya terpusat di jalur mudik, tetapi juga merambah ke berbagai objek wisata di Pamekasan.
Kapolres Pamekasan, AKBP Endra Eko Triyulianto, menyatakan bahwa "Mulai hari H Lebaran ini, pengamanan oleh petugas tidak hanya di jalur mudik, akan tetapi juga ke sejumlah tempat wisata yang ada di Pamekasan ini." Hal ini didasarkan pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana pemudik juga memanfaatkan waktu libur untuk mengunjungi objek wisata setempat.
Oleh karena itu, pengamanan di objek wisata menjadi prioritas untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait lainnya untuk memastikan kelancaran pengamanan.
Pengamanan Libur Lebaran di Pamekasan: Personel Gabungan dan Strategi Terpadu
Sebanyak 263 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan libur Lebaran. Personel tersebut berasal dari unsur kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan, organisasi kepemudaan, dan organisasi penanggulangan bencana. Pengamanan terfokus pada jalur mudik dan pusat perbelanjaan sejak H-7 hingga hari H Lebaran.
Namun, mulai hari H Lebaran, sebagian personel dialihkan untuk mengamankan objek wisata. Mereka berkolaborasi dengan Satpol PP dan BPBD Pemkab Pamekasan. "Tetapi mulai hari H sebagian personel kami kerahkan untuk mengamankan sejumlah objek wisata yang ada di Pamekasan bersama Satpol-PP dan BPBD Pemkab Pamekasan," jelas Kapolres.
Beberapa objek wisata yang menjadi perhatian khusus antara lain Pantai Talang Siring (Desa Montok, Kecamatan Larangan), Pantai Jumiang (Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu), dan Api Tak Kunjung Padam (Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan). Pengamanan di lokasi-lokasi ini menerapkan pola terbuka dan tertutup.
Strategi Pengamanan Terbuka dan Tertutup di Objek Wisata
Pengamanan terbuka dilakukan oleh petugas yang mengenakan seragam dinas, sementara pengamanan tertutup dilakukan oleh petugas yang berpakaian preman. Strategi ini diyakini efektif untuk mencegah berbagai tindak pidana dan menciptakan rasa aman bagi para pengunjung. "Dengan menerapkan dua pola pengamanan ini, kami berharap, berbagai jenis tindak pidana bisa ditekan, sehingga pemudik yang mengisi liburan di Pamekasan ini bisa merasa aman dan nyaman," ungkap Kapolres.
Langkah-langkah pengamanan ini menunjukkan komitmen Polres Pamekasan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama libur Lebaran. Kolaborasi antar instansi dan strategi pengamanan yang terpadu diharapkan mampu mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban selama periode liburan.
Selain itu, Polres Pamekasan juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi lainnya, seperti patroli rutin, penjagaan di titik-titik rawan, dan penyebaran informasi kepada masyarakat. Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan tenang.
Kesimpulan
Dengan strategi pengamanan yang komprehensif dan kolaborasi antar instansi, Polres Pamekasan berupaya menciptakan suasana kondusif selama libur Lebaran. Peningkatan keamanan di objek wisata menjadi langkah penting untuk menjamin kenyamanan para pengunjung dan pemudik yang menghabiskan waktu liburan di Pamekasan.