Polri Mutasi 1.255 Pati dan Pamen: Penyegaran untuk Hadapi Tantangan Keamanan
Mutasi 1.255 personel Polri, termasuk jabatan strategis di Bareskrim dan Korpolairud, bertujuan menyegarkan institusi dan menghadapi tantangan keamanan mendatang.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) baru-baru ini melakukan mutasi besar-besaran terhadap 1.255 personel perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen). Mutasi ini meliputi sejumlah jabatan strategis, termasuk Kepala Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Kakorpolairud) Baharkam Polri dan Direktur Tindak Pidana (Dirtipid) Bareskrim Polri. Langkah ini diklaim sebagai upaya penyegaran institusi untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Irjen Pol. Sandi Nugroho, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, menjelaskan bahwa mutasi tersebut merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan profesionalisme dalam melayani masyarakat. "Mutasi ini adalah bagian dari strategi memperkuat organisasi agar makin profesional dalam melayani masyarakat," ujar Irjen Pol. Sandi dalam keterangan tertulis.
Perubahan signifikan terlihat pada beberapa posisi kunci. Salah satu contohnya adalah penunjukan Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso sebagai Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, menggantikan Brigjen Pol. Mukti Juharsa. Brigjen Pol. Eko dikenal luas sebagai perwira yang berpengalaman dalam pengungkapan kasus terorisme.
Mutasi Jabatan Strategis di Bareskrim dan Korpolairud
Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, yang sebelumnya menjabat sebagai Pengembang Teknologi Informasi Kepolisian Utama Tingkat II Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polri sejak 2022, menyatakan komitmennya untuk mengedepankan integritas dalam menjalankan tugas barunya. "Penegakan hukum juga akan makin masif. Mohon doa dan kerja samanya," tegas Brigjen Pol. Eko.
Mutasi juga menyentuh jabatan Kakorpolairud Baharkam Polri. Irjen Pol. Yassin Kosasih digantikan oleh Irjen Pol. Raden Firdaus Kurniawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Sahlisosbud Kapolri. Irjen Pol. Yassin Kosasih selanjutnya dimutasi menjadi pati Baharkam Polri dengan penugasan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Selain itu, terjadi pergantian Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri. Brigjen Pol. Hero Henrianto Bachtiar digantikan oleh Kombes Pol. Idil Tabransyah, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagren Rorennin Bareskrim Polri. Mutasi ini menunjukkan komitmen Polri dalam melakukan penyegaran dan penataan di berbagai sektor.
Tujuan Penyegaran Institusi
Menurut keterangan resmi Polri, mutasi ini bertujuan untuk penyegaran dan peningkatan kinerja institusi. Hal ini penting untuk memastikan Polri tetap solid dan mampu menghadapi berbagai tantangan keamanan ke depan, baik yang bersifat konvensional maupun non-konvensional. Mutasi jabatan juga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja di lingkungan Polri.
Dengan adanya penyegaran ini, diharapkan kinerja Polri akan semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Proses mutasi ini juga menunjukkan komitmen Polri dalam membangun profesionalisme dan integritas di tubuh institusi.
Proses mutasi ini telah tertuang dalam Surat Telegram bernomor: ST/488/III/KEP./2025, tertanggal 12 Maret 2025. Daftar lengkap personel yang dimutasi dapat diakses melalui saluran resmi Polri.
Mutasi di tubuh Polri merupakan hal yang wajar dan rutin dilakukan sebagai bagian dari dinamika organisasi. Tujuannya adalah untuk penyegaran, peningkatan kinerja, dan penempatan personel pada posisi yang sesuai dengan kompetensi dan keahlian masing-masing. Dengan demikian, diharapkan kinerja Polri akan semakin optimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kesimpulan
Mutasi 1.255 personel Polri merupakan langkah strategis untuk penyegaran institusi dan peningkatan kinerja dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks. Perubahan pada posisi-posisi kunci diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.