Puncak Arus Balik Lebaran 2025 di Tanjung Priok Diprediksi Minggu, H+5
Terminal Tanjung Priok memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 terjadi pada Minggu (6/4), H+5, dengan lonjakan penumpang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Jakarta, 5 April 2025 - Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, memperkirakan puncak arus balik Lebaran 2025 akan terjadi pada Minggu, 6 April 2025, atau H+5. Peningkatan jumlah pemudik yang kembali ke Jakarta telah terpantau sejak Jumat sore, 4 April 2025, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga Minggu. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Tata Usaha Terminal Bus Tanjung Priok, Heri Purnomo, dalam keterangannya pada Sabtu, 5 April 2025.
Data yang diperoleh menunjukkan bahwa sejak Jumat hingga Sabtu pagi, tercatat 1.143 penumpang telah tiba di Terminal Tanjung Priok dengan menggunakan 90 unit bus. Rinciannya, pada Jumat, 927 penumpang tiba dengan 65 bus, sementara pada Sabtu pagi pukul 08.00 WIB, tercatat 216 penumpang tambahan dengan 25 bus. Mayoritas penumpang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, menunjukkan tingginya mobilitas penduduk dari kedua provinsi tersebut selama periode libur Lebaran.
Pihak pengelola Terminal Tanjung Priok memastikan kesiapannya dalam menghadapi lonjakan penumpang arus balik. Upaya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penumpang tetap menjadi prioritas utama. Pemeriksaan kesehatan pengemudi, inspeksi kondisi kendaraan, serta kesiapsiagaan posko kesehatan dan pengamanan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus balik dan keselamatan para pemudik.
Antisipasi Lonjakan Penumpang di Terminal Tanjung Priok
Menghadapi prediksi puncak arus balik pada Minggu, Terminal Tanjung Priok telah meningkatkan kesiapannya. Pihak pengelola bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan kelancaran proses kedatangan dan keberangkatan penumpang. Hal ini meliputi penyediaan fasilitas yang memadai, pengaturan arus lalu lintas di sekitar terminal, serta pengamanan ekstra untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Heri Purnomo menambahkan bahwa kondisi di terminal hingga saat ini masih terpantau kondusif dan terkendali. Posko kesehatan dan pengamanan tetap siaga untuk memberikan bantuan dan pelayanan kepada para penumpang yang membutuhkan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di sekitar terminal.
Langkah-langkah antisipasi ini diharapkan dapat meminimalisir potensi masalah dan memastikan kenyamanan para pemudik selama perjalanan pulang ke Jakarta. Pihak pengelola berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keamanan bagi seluruh penumpang yang menggunakan Terminal Tanjung Priok.
Pengalaman Pemudik: Kembali ke Rutinitas
Salah satu penumpang, Yanti (45) asal Purbalingga, Jawa Tengah, menceritakan pengalamannya kembali ke Jakarta bersama keluarga. Ia dan keluarganya telah menikmati liburan di kampung halaman sejak tanggal 25 Maret 2025. Keputusan untuk kembali lebih awal didorong oleh pertimbangan pekerjaan suami dan sekolah anak-anak.
“Kebetulan suami saya pada Senin (7/4) sudah masuk kerja dan anak-anak juga akan mulai masuk sekolah,” ujar Yanti. Pernyataan ini menggambarkan sebagian besar alasan para pemudik yang memilih untuk kembali ke Jakarta lebih cepat daripada jadwal cuti mereka.
Kisah Yanti mewakili banyak pemudik lainnya yang harus kembali ke rutinitas pekerjaan dan pendidikan setelah menikmati libur Lebaran. Mereka memilih untuk kembali lebih awal untuk mempersiapkan diri menghadapi kesibukan di Jakarta.
Terminal Tanjung Priok sebagai salah satu pintu masuk utama arus balik Lebaran di Jakarta, berperan penting dalam memastikan kepulangan para pemudik berjalan lancar dan aman.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh pihak pengelola dan instansi terkait, diharapkan arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan dengan lancar dan tanpa kendala berarti.