PUPR Mataram Dorong Penggunaan Septic Tank Ramah Lingkungan
Dinas PUPR Kota Mataram mendorong warga beralih dari septic tank beton ke septic tank fiberglass untuk mencegah pencemaran air tanah, menawarkan layanan sedot tinja terjangkau.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram gencar mengkampanyekan penggunaan septic tank ramah lingkungan. Sasarannya? Masyarakat Kota Mataram. Mengapa? Karena septic tank konvensional dinilai mencemari air tanah. Inisiatif ini diluncurkan sebagai upaya menciptakan sanitasi yang lebih aman dan berkelanjutan.
Meningkatkan Sanitasi Kota Mataram
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, menjelaskan bahwa selama ini banyak warga yang menggunakan septic tank dari beton. Meskipun metode ini sudah diterapkan oleh 92 persen warga Mataram dan dianggap layak, namun kajian lebih lanjut menunjukkan potensi bahaya. Air limbah dari septic tank beton dapat meresap ke tanah, mencemari air bawah tanah. Selain itu, tinja yang mengering juga berpotensi menimbulkan pencemaran.
Septic tank beton, meskipun bisa bertahan hingga belasan tahun, memiliki kelemahan signifikan dalam hal pencegahan pencemaran. Oleh karena itu, alih teknologi ke septic tank yang lebih modern dan aman menjadi solusi yang diusung oleh Dinas PUPR.
Septic Tank Fiberglass: Solusi yang Lebih Aman
Sebagai alternatif, Dinas PUPR Kota Mataram mendorong penggunaan septic tank pabrikan, seperti yang terbuat dari fiberglass. Septic tank jenis ini dirancang untuk meminimalisir penyerapan limbah ke dalam tanah. Dengan demikian, pencemaran air tanah dapat dicegah secara efektif. Selain itu, penggunaan septic tank fiberglass juga diproyeksikan untuk mengurangi frekuensi penyedotan tinja.
"Target kami adalah sanitasi yang tidak hanya layak, tetapi juga aman," ujar Lale Widiahning. Ia menambahkan bahwa dengan septic tank fiberglass, penyedotan tinja baru perlu dilakukan setiap 2,5 hingga 3 tahun sekali.
Layanan Sedot Tinja Terjangkau
Untuk mendukung program ini, Dinas PUPR Kota Mataram telah menyediakan mobil operasional dan sumber daya manusia (SDM) yang memadai untuk layanan sedot tinja. Masyarakat dapat menghubungi petugas atau langsung datang ke kantor Dinas PUPR di Jalan Semanggi. Biaya layanan sedot tinja pun relatif terjangkau, yaitu sebesar Rp200.000 per sekali sedot.
Dengan biaya yang terjangkau dan kemudahan akses layanan, diharapkan masyarakat lebih termotivasi untuk beralih ke septic tank fiberglass. Langkah ini sejalan dengan target peningkatan retribusi dari layanan sedot tinja. Pada tahun 2024, retribusi mencapai Rp90 juta lebih, dan ditargetkan mencapai Rp165 juta pada tahun 2025.
Kesimpulan
Inisiatif Dinas PUPR Kota Mataram dalam mendorong penggunaan septic tank ramah lingkungan merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dengan menggabungkan edukasi, penyediaan layanan yang terjangkau, dan target yang jelas, diharapkan program ini dapat berjalan efektif dan berkontribusi pada terciptanya sanitasi yang lebih baik di Kota Mataram.