Qiyamul Lail dan Lomba Masak Bandeng Meriahkan Ramadhan di Pemprov Jatim
Gubernur Khofifah Indar Parawansa pimpin shalat Qiyamul Lail dan lomba masak ikan bandeng di lingkungan Pemprov Jatim, mempererat silaturahmi dan melestarikan tradisi.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menggelar shalat Qiyamul Lail berjamaah dan lomba masak ikan bandeng di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Sabtu, 29 Maret 2024. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Perangkat Daerah, Direktur Utama BUMD, dan pejabat Pemprov Jatim lainnya. Shalat Qiyamul Lail dipimpin oleh Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, KH Moh Ali Aziz, menandai tradisi tahunan di penghujung Ramadhan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meraih keberkahan di penghujung Ramadhan. "Ini menjadi tradisi tahunan yang kita lakukan dengan harapan meraih keberkahan di penghujung Ramadhan. Semoga ibadah puasa, tarawih, dan dzikir kita diterima Allah SWT," ujar Gubernur Khofifah dalam keterangannya. Lomba masak ikan bandeng yang unik menjadi rangkaian acara setelah shalat Qiyamul Lail.
Ikan bandeng yang digunakan berasal dari Pasar Bandeng Gresik, sebuah tradisi yang rutin diselenggarakan setiap akhir Ramadhan. Lomba ini bukan hanya sekadar perlombaan memasak, tetapi juga upaya untuk melestarikan tradisi lelang bandeng Gresik dan mempererat kebersamaan di lingkungan Pemprov Jatim. Suasana penuh semangat dan canda tawa mewarnai kegiatan ini, menunjukkan keakraban antar peserta.
Lomba Masak Ikan Bandeng: Kreativitas dan Persaingan Sehat
Para peserta diberikan waktu 35 menit untuk berkreasi mengolah ikan bandeng menjadi berbagai sajian. Berbagai varian masakan ikan bandeng pun tersaji, menunjukkan kreativitas para peserta. "Ternyata bapak-bapak jago juga masak ikan bandeng dengan berbagai varian masakan," ujar Khofifah saat meninjau perlombaan. Semangat persaingan yang sehat terlihat di antara para peserta yang bersemangat menampilkan keahlian memasak mereka.
Setelah selesai memasak, hasil karya para peserta dinilai oleh tim juri yang terdiri dari Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jatim Akhmad Jazuli, dan perwakilan Media Indonesia Faishol Taselan. Penilaian meliputi rasa, kebersihan, penampilan, kreativitas, kerja sama, dan favorit. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menilai secara menyeluruh dan adil.
Penilaian yang komprehensif ini memastikan bahwa lomba ini bukan hanya sekedar hiburan, tetapi juga ajang untuk mengapresiasi kreativitas dan kualitas masakan para peserta. Proses penilaian yang transparan dan melibatkan berbagai aspek diharapkan dapat menghasilkan pemenang yang pantas dan representatif.
Kebersamaan dan Silaturahmi di Bulan Ramadhan
Gubernur Khofifah mengapresiasi antusiasme peserta dan berharap kegiatan ini dapat mempererat kebersamaan di lingkungan Pemprov Jatim. "Selamat kepada para pemenang. Lomba ini tidak hanya mempererat silaturahim, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan keguyuban kita selama bulan suci Ramadhan," tuturnya. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Jatim dalam membangun hubungan yang harmonis antar pejabat.
Dengan menggabungkan ibadah shalat Qiyamul Lail dan lomba masak ikan bandeng, Pemprov Jatim berhasil menciptakan suasana Ramadhan yang penuh makna dan keakraban. Kegiatan ini tidak hanya bernilai religius, tetapi juga memiliki dampak positif dalam mempererat tali silaturahmi dan melestarikan tradisi lokal. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya para pedagang ikan bandeng di Gresik. Dengan adanya lomba ini, permintaan ikan bandeng meningkat, sehingga dapat meningkatkan pendapatan para pedagang. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memiliki manfaat yang luas, baik secara sosial maupun ekonomi.