Ramai-ramai Berburu Takjil di Masjid Ats Tsauroh, Serang
Warga Serang antusias berburu takjil di Masjid Ats Tsauroh, menikmati aneka kuliner buka puasa dengan harga terjangkau dan suasana sore hari yang meriah.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Warga Serang, Banten, ramai-ramai memadati Masjid Ats Tsauroh pada Sabtu, 1 April 2024, untuk berburu takjil. Mereka tertarik dengan beragam pilihan makanan dan minuman buka puasa yang dijual dengan harga terjangkau. Antusiasme warga terlihat dari padatnya lalu lintas di jalan protokol Kota Serang. Kegiatan ini menjadi tradisi menjelang berbuka puasa, sekaligus kesempatan untuk menikmati suasana sore hari bersama keluarga.
Ribuan warga Serang memenuhi halaman Masjid Ats Tsauroh untuk menemukan berbagai hidangan takjil. Suasana ramai dan meriah tercipta dari interaksi pedagang dan pembeli yang saling tawar menawar. Keramaian ini tak hanya soal berburu takjil, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi masyarakat Serang dalam menyambut bulan Ramadan.
Keberadaan Masjid Ats Tsauroh sebagai pusat kegiatan ini memberikan kemudahan akses bagi warga untuk mendapatkan takjil. Lokasi yang strategis dan suasana yang nyaman membuat tempat ini menjadi pilihan utama bagi warga yang ingin berburu takjil. Harga yang terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menikmati aneka menu buka puasa.
Beragam Takjil dengan Harga Terjangkau
Sekitar 50 pedagang menggelar lapaknya di halaman Masjid Ats Tsauroh sejak pukul 16.00 WIB. Mereka menawarkan berbagai pilihan takjil, mulai dari kue-kue tradisional seperti lemper, kue putu, dan pisang rai, hingga makanan berat seperti ayam goreng, telur rebus, dan aneka sayur mayur. Minuman segar seperti es buah, kolak, dan jus juga tersedia.
Salah satu pengunjung, Ririn Aryani, mengungkapkan kepuasannya. "Aneka menu makanan dan minuman takjil berbuka puasa dijual dengan harga terjangkau, cukup banyak menu pilihan yang ditawarkan di sini," ujarnya. Harga takjil berkisar dari Rp2.000 hingga Rp20.000 per porsi, sangat terjangkau bagi berbagai kalangan masyarakat.
Ketan bintul, salah satu menu favorit, dijual dengan harga Rp15.000 per bungkus. Meskipun harga relatif terjangkau, keragaman pilihan menu membuat pengunjung memiliki banyak pilihan sesuai selera dan anggaran masing-masing.
Suasana Ngabuburit yang Meriah
Tidak hanya sekadar berburu takjil, banyak warga yang menjadikan momen ini sebagai ajang ngabuburit bersama keluarga. Rahma, warga Kelurahan Cipocok Jaya, misalnya, mengajak anak-anaknya keliling Kota Serang sebelum berbuka puasa.
"Saya sama anak-anak pulang ke rumah pas mau buka puasa karena semua keperluan berbuka puasa sudah siap disajikan, jadi ini sekalian jalan-jalan sore," katanya. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan berburu takjil di Masjid Ats Tsauroh bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas sosial dan rekreasi masyarakat.
Padatnya kendaraan di jalan-jalan protokol Kota Serang menunjukkan tingginya animo masyarakat dalam mengikuti tradisi berburu takjil ini. Hal ini menjadi bukti betapa pentingnya momen berbuka puasa bagi masyarakat Serang dan bagaimana Masjid Ats Tsauroh menjadi pusat kegiatan tersebut.
Kegiatan ini menunjukkan keakraban dan kekompakan masyarakat Serang dalam menyambut bulan Ramadan. Suasana yang ramai dan meriah menjadi ciri khas tradisi berburu takjil di Masjid Ats Tsauroh, Serang. Selain mendapatkan takjil, warga juga dapat menikmati suasana sore hari yang menyenangkan bersama keluarga dan teman-teman.