RSUD Wamena Terima Hibah Rp12 Miliar untuk Peralatan Operasi Modular
RSUD Wamena, Papua Pegunungan, menerima hibah peralatan operasi modular senilai Rp12 miliar dari Pemprov Papua Pegunungan untuk meningkatkan layanan kesehatan.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena di Papua Pegunungan menerima hibah berupa unit peralatan teater operasi modular (GMOT) senilai Rp12 miliar. Hibah ini diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan dan akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan operasi di rumah sakit tersebut. Direktur RSUD Wamena, Felly G Sahureka, menjelaskan bahwa alat GMOT ini akan memberikan kenyamanan bagi pasien yang akan menjalani operasi.
"Fungsinya, pasien yang akan dioperasi akan merasa nyaman seperti di dalam studio atau teater," kata Felly G Sahureka dalam keterangannya di Wamena, Senin (24/3).
Hibah ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Papua Pegunungan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di wilayah tersebut. GMOT sendiri merupakan fasilitas operasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasi bedah modern, dengan standar kebersihan dan sterilisasi yang tinggi.
Fasilitas Operasi Modern di RSUD Wamena
GMOT yang diterima RSUD Wamena merupakan fasilitas operasi modular, yang berarti dapat dibongkar pasang dan dipindahkan ke lokasi lain jika diperlukan. Hal ini sangat bermanfaat mengingat kondisi geografis Papua Pegunungan yang beragam dan terkadang menyulitkan akses ke fasilitas kesehatan. Keunggulan lain dari GMOT adalah kemampuannya untuk disesuaikan dengan berbagai kebutuhan operasi bedah yang berbeda.
Dengan adanya GMOT, diharapkan waktu tunggu pasien untuk menjalani operasi dapat berkurang. Selain itu, fasilitas ini juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasi bedah secara keseluruhan. Direktur RSUD Wamena menekankan bahwa meskipun rumah sakit lain mungkin sudah memiliki fasilitas serupa, ini merupakan penambahan yang signifikan bagi RSUD Wamena.
"Mungkin di rumah sakit lain sudah ada, tetapi di kami baru ada dan itu dukungan dari Pemprov Papua Pegunungan pada 2024," ujarnya. Kehadiran GMOT ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan operasi bedah yang berkualitas.
Meningkatkan Akses Layanan Kesehatan di Papua Pegunungan
Salah satu manfaat utama dari GMOT adalah peningkatan akses ke layanan operasi bedah, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau. Mobilitas GMOT memungkinkan fasilitas operasi modern ini dapat dibawa ke lokasi-lokasi yang membutuhkan, sehingga mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Felly G Sahureka menjelaskan bahwa satu unit GMOT bernilai Rp5,5 miliar, sehingga total hibah Rp12 miliar mencakup dua unit GMOT termasuk pajak. Selain GMOT, Pemprov Papua Pegunungan juga memberikan dukungan lain berupa pembangunan gudang farmasi pada tahun 2024.
Dengan adanya dukungan ini, RSUD Wamena berharap dapat memaksimalkan layanan kesehatan kepada masyarakat Papua Pegunungan. Hibah ini merupakan bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
RSUD Wamena berharap dapat mengoptimalkan penggunaan GMOT untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat keterbatasan akses layanan operasi bedah di Papua Pegunungan.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan adanya hibah peralatan operasi modular ini, RSUD Wamena optimis dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Papua Pegunungan. Pembangunan gudang farmasi juga akan mendukung kelancaran operasional rumah sakit. Dukungan penuh dari Pemprov Papua Pegunungan sangat diapresiasi dan diharapkan dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah tersebut.
"Kami berharap layanan yang dibantu oleh Pemprov Papua Pegunungan dapat dimaksimalkan dengan baik dalam pelayanan kepada masyarakat," tutup Felly G Sahureka.