Rupiah Menguat! Optimisme Ekonomi Tiongkok Dorong Penguatan Kurs
Optimisme pasar terhadap pelonggaran kebijakan ekonomi Tiongkok dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS hingga 17 poin pada Kamis pagi.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan signifikan pada Kamis pagi, 6 Maret 2023. Penguatan ini mencapai 17 poin atau 0,10 persen, menguatkan posisi rupiah menjadi Rp16.296 per dolar AS dari posisi sebelumnya di Rp16.313 per dolar AS. Hal ini didorong oleh sentimen positif dari pasar keuangan Asia, khususnya terkait optimisme terhadap kebijakan ekonomi Tiongkok dan ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed.
Menurut Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, penguatan rupiah ini merupakan dampak langsung dari optimisme pasar terhadap langkah-langkah pelonggaran kebijakan ekonomi yang dilakukan pemerintah Tiongkok. "Penguatan mata uang Asia, termasuk rupiah, disebabkan oleh optimisme pasar keuangan Asia terhadap pernyataan pemerintah Tiongkok yang mendukung pelonggaran kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," jelas Josua kepada ANTARA di Jakarta.
Selain kebijakan Tiongkok, ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed (Federal Reserve) juga berkontribusi pada penguatan rupiah. Sentimen positif ini secara keseluruhan meningkatkan selera risiko di pasar, sehingga mendorong investor untuk berinvestasi di aset-aset berisiko, termasuk rupiah.
Analisis Penguatan Rupiah dan Dampaknya
Penguatan rupiah juga berdampak positif pada pasar Surat Berharga Negara (SBN). Imbal hasil (yield) SBN turun 1-2 basis points (bps) pada Rabu, 5 Maret 2023, seiring dengan peningkatan sentimen risiko dan apresiasi kurs rupiah. Volume perdagangan obligasi pemerintah pun meningkat signifikan, mencapai Rp33,78 triliun, lebih tinggi dibandingkan volume perdagangan hari Selasa yang sebesar Rp22,27 triliun.
Meskipun demikian, kepemilikan asing pada obligasi IDR mengalami penurunan sebesar Rp2,27 triliun menjadi Rp886 triliun, atau 14,32 persen dari total kepemilikan. Yield SBN untuk seri acuan 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun masing-masing tercatat sebesar 6,62 persen, 6,86 persen, 7,01 persen, dan 7,01 persen.
Josua memprediksi bahwa pada hari ini, pergerakan rupiah diperkirakan akan berada dalam kisaran Rp16.225 – Rp16.350 per dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan fluktuasi yang masih relatif terbatas, mengindikasikan stabilitas nilai tukar rupiah di tengah sentimen positif yang ada.
Implikasi Penguatan Rupiah terhadap Ekonomi Indonesia
Penguatan rupiah memiliki implikasi positif bagi perekonomian Indonesia. Kurs rupiah yang menguat dapat membantu menekan inflasi, karena harga barang impor akan menjadi lebih murah. Selain itu, penguatan rupiah juga dapat meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia di pasar internasional.
Namun, perlu diwaspadai pula potensi dampak negatif, seperti penurunan pendapatan eksportir yang berorientasi pada dolar AS. Pemerintah dan Bank Indonesia perlu terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitasnya.
Secara keseluruhan, penguatan rupiah yang terjadi merupakan sinyal positif bagi perekonomian Indonesia. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia yang semakin membaik, didorong oleh sentimen global yang positif dan kebijakan ekonomi domestik yang terukur.
Ke depan, pemerintah perlu terus menjaga stabilitas ekonomi makro dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia agar dapat mempertahankan tren positif penguatan rupiah ini.
- Penguatan Rupiah: Rp17 poin (0,10 persen)
- Kurs Rupiah: Rp16.296 per dolar AS
- Faktor Pendorong: Optimisme ekonomi Tiongkok dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed
- Dampak: Penurunan yield SBN, peningkatan volume perdagangan obligasi pemerintah
Penguatan rupiah ini menjadi kabar baik bagi perekonomian Indonesia dan menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi ke depan. Namun, tetap diperlukan kewaspadaan dan langkah-langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mengoptimalkan dampak positifnya bagi perekonomian nasional.