Sekda DKI Jakarta Optimistis Lestarikan Budaya Betawi di Era Perubahan
Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Marullah Matali, optimis pengembangan budaya Betawi dapat berlanjut lewat peran aktif pemuda Betawi dalam menghadapi perubahan Jakarta pasca-perpindahan ibu kota.

Jakarta, 18 Februari 2024 - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali, mengungkapkan optimismenya dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Betawi. Ia menekankan peran penting pemuda Betawi sebagai kunci keberhasilan upaya pelestarian tersebut, terutama di tengah perubahan signifikan yang akan dihadapi Jakarta setelah tak lagi menjadi ibu kota negara.
Pemuda Betawi: Agen Perubahan Budaya
Marullah menyatakan bahwa pemuda Betawi harus adaptif dan siap menghadapi dinamika perubahan. Mereka didorong untuk terus berkembang dan berinovasi seiring dengan perkembangan zaman. "Yang paling penting anak Betawi harus siap. Siap harus ke sini dan lari ke sana, itu yang paling penting yang saya sampaikan," ujar Marullah dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Selasa.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul partisipasinya dalam Rapat Usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pemajuan Kebudayaan Betawi di Bogor pada 17 Februari 2024. Dalam rapat tersebut, Marullah menyoroti perlunya penyempurnaan Perda Kemajuan Budaya Betawi yang sudah ada.
Perda Kemajuan Budaya Betawi: Sebuah Langkah Penting
Marullah menjelaskan bahwa Perda Nomor 4 Tahun 2015 masih relevan, namun perlu penguatan dan penambahan poin-poin spesifik. "Perda 4 Tahun 2015 masih berlaku. Kalau sekadar kita bikin perda akan percuma, karena Perda yang lama masih update. Namun kita ingin memasukkan beberapa poin tertentu yang lebih diperdalam," jelasnya. Ia berharap komitmen para tokoh Betawi dalam pembahasan Raperda ini akan berdampak positif jangka panjang bagi perkembangan budaya Betawi.
Senada dengan hal tersebut, tokoh Betawi K.H. Lutfi Hakim berharap Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta dapat mempercepat penyusunan Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur terkait Lembaga Adat Masyarakat Betawi. Menurutnya, peraturan ini krusial sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap pelestarian budaya dan adat istiadat Betawi, serta mendukung percepatan pembangunan dan pemajuan kebudayaan Betawi.
Dukungan Tokoh Betawi untuk Pelestarian Budaya
"Pertemuan ini merupakan keinginan bersama masyarakat Betawi dalam menjalankan amanah Undang-undang Dasar. Bersamaan dengan itu, komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta terpilih yang akan dilantik pada 20 Februari 2025 nanti (diharapkan) dapat turut memajukan kebudayaan Betawi," kata Lutfi. Hal senada juga disampaikan oleh tokoh Betawi lainnya, Nachrowi Ramli, yang menyatakan dukungan penuh masyarakat Betawi terhadap program pembangunan Pemprov DKI Jakarta.
Nachrowi menambahkan, "Tentunya dengan Perda Pemajuan kebudayaan Betawi, kita berharap masyarakat Betawi mampu dalam menghadapi perubahan Kota Jakarta yang akan menjadi kota ekonomi global. Selain itu masyarakat Betawi dengan budaya lain yang ada di Jakarta akan selalu bekerja sama, menjaga kondusivitas daerah, dan meningkatkan persatuan melalui jalur ketahanan budaya, sebagaimana tujuan pemajuan kebudayaan nasional dalam bentuk persatuan dan kesatuan budaya dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa." Pernyataan ini menekankan pentingnya kolaborasi dan persatuan dalam menjaga keberagaman budaya di Jakarta.
Kesimpulan
Optimisme Sekda DKI Jakarta terhadap pelestarian budaya Betawi didasari oleh keyakinan akan peran aktif pemuda Betawi dan dukungan dari berbagai pihak. Penyempurnaan Perda Kemajuan Budaya Betawi dan komitmen bersama diharapkan dapat memastikan kelangsungan dan perkembangan budaya Betawi di tengah perubahan Jakarta.