Sentra Tumou Tou Manado Alokasikan Rp4,5 Miliar untuk Bantuan Atensi
Sentra Tumou Tou Manado mengalokasikan Rp4,5 miliar untuk bantuan atensi kepada 2.800 penerima manfaat di Sulawesi Utara dan Gorontalo, memastikan kualitas dan kuantitas bantuan tetap terjaga.

Manado, 4 April 2024 - Sentra Tumou Tou Manado, Sulawesi Utara, telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,5 miliar untuk program bantuan atensi. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Sentra Tumou Tou Manado, Kementerian Sosial, Meerada Saryati Aryani, dalam keterangan pers di Manado, Jumat lalu. Bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Meskipun terdapat efisiensi anggaran operasional di berbagai sektor, Meerada Saryati Aryani memastikan bahwa program bantuan sosial, termasuk bantuan atensi, tidak terdampak. "Untuk bantuan sosial yang sudah kami anggarkan tidak terdampak efisiensi, hanya anggaran operasional yang berkurang kira-kira 50 persen," jelasnya. Kepastian ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan tenang bagi para penerima manfaat.
Dengan alokasi dana sebesar Rp4,5 miliar, bantuan atensi ini akan menjangkau 2.800 penerima manfaat di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Kepala Sentra Tumou Tou Manado menekankan bahwa baik kualitas maupun kuantitas bantuan tetap terjaga dan tidak terpengaruh oleh efisiensi anggaran. "Jadi secara kualitas dan kuantitas tidak akan mempengaruhi bantuan atensi bagi penerima manfaat karena tidak terdampak efisiensi anggaran," ujar Meerada.
Bantuan Atensi Menjangkau 21 Wilayah Kerja
Bantuan Atensi dari Sentra Tumou Tou Manado tidak hanya terfokus di Manado, tetapi juga menjangkau 21 wilayah kerja di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan pemerataan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh wilayah tersebut. Proses penyaluran bantuan dilakukan secara terencana dan terstruktur.
Untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran, Sentra Tumou Tou Manado bekerja sama dengan dinas sosial di kabupaten dan kota di kedua provinsi tersebut. Kerjasama ini sangat penting dalam proses asesmen dan verifikasi data penerima manfaat. Dengan demikian, bantuan dapat diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Sebelumnya, proses asesmen membutuhkan terjun langsung ke lapangan. Namun, kini proses tersebut telah dioptimalkan dengan berkolaborasi dengan pendamping dan dinas sosial setempat. "Kalau dulu untuk melakukan asesmen, kami harus turun ke lapangan. Sekarang kami bekerja sama dengan pendamping dan dinas sosial untuk melakukan asesmen," terang Meerada.
Kualitas dan Kuantitas Bantuan Terjamin
Meerada Saryati Aryani menegaskan kembali komitmen Sentra Tumou Tou Manado untuk menjaga kualitas dan kuantitas bantuan Atensi. "Kami memastikan kembali untuk bantuan itu (Atensi) tidak terpotong dan kualitasnya pun tidak terpotong. Jadi jangan sampai masyarakat berpikiran bantuan tersebut berkurang, atau jumlah tidak terpotong tapi kualitas menjadi menurun separuhnya, tidak. Kualitas tetap sama dengan sebelumnya dan jumlahnya pun sama," tegasnya. Pernyataan ini diharapkan dapat menghilangkan kekhawatiran masyarakat terkait potensi pengurangan bantuan.
Dengan adanya jaminan tersebut, diharapkan program bantuan Atensi dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat kurang mampu di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Kerjasama yang baik antara Sentra Tumou Tou Manado dengan dinas sosial setempat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Proses penyaluran bantuan yang transparan dan akuntabel juga menjadi prioritas utama. Sentra Tumou Tou Manado berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan memastikan bantuan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.