Serdang Bedagai Siapkan Manajemen Persampahan: Atasi Sampah Liar dan Kembangkan Teknologi
Pemkab Serdang Bedagai, Sumatera Utara, berupaya mengatasi masalah sampah dengan menyusun program pengelolaan sampah terpadu, termasuk edukasi masyarakat dan pengembangan teknologi.

Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, tengah gencar mengatasi permasalahan sampah yang ada di wilayahnya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sergai saat ini sedang merancang Program Perencanaan Teknis dan Manajemen Persampahan (PTMP) sebagai langkah konkret dalam menangani persoalan sampah yang semakin kompleks. Program ini diinstruksikan oleh pemerintah pusat sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di seluruh Indonesia.
Kepala DLH Serdang Bedagai, Heidi Novria, menjelaskan bahwa PTMP mencakup strategi pengelolaan sampah jangka panjang. Strategi ini meliputi penanganan sampah secara menyeluruh, penambahan sarana dan prasarana yang memadai, serta program pengurangan sampah dari sumbernya. "Program itu mencakup strategi pengelolaan sampah dalam jangka waktu tertentu, termasuk penanganan, kebutuhan sarana dan prasarana, serta upaya pengurangan sampah," ujar Heidi Novria di Seirampah, Jumat (21/3).
Langkah awal yang telah dilakukan DLH Sergai adalah pemasangan plang dan spanduk imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, DLH juga mengerahkan tim kebersihan yang dikenal sebagai 'Pasukan Merah' untuk membersihkan lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada kebersihan lingkungan di Sergai.
Mengatasi Sampah di Serdang Bedagai: Strategi Terpadu
Saat ini, DLH Serdang Bedagai telah mengoperasikan enam unit truk angkutan sampah untuk melayani beberapa kecamatan, di antaranya Dolok Masihul, Tanjung Beringin, Sei Bamban, Teluk Mengkudu, Perbaungan, dan Pantai Cermin. Namun, jumlah armada ini masih dinilai kurang untuk menjangkau seluruh wilayah Sergai yang cukup luas. Oleh karena itu, peningkatan jumlah armada dan optimalisasi rute pengangkutan sampah menjadi bagian penting dari PTMP.
DLH Sergai juga aktif melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan bahaya membuang sampah sembarangan. Edukasi ini dilakukan melalui berbagai cara, seperti sosialisasi, penyuluhan, dan pemasangan poster imbauan di tempat-tempat strategis. "Kami juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa agar mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta tidak membuang sampah sembarangan. Diharapkan, kesadaran masyarakat semakin meningkat," tambah Heidi Novria.
Selain upaya edukasi, DLH Sergai juga berencana mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi. Salah satu inovasi yang sedang dikaji adalah penerapan sistem pemilahan sampah dari rumah tangga. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi beban di tempat pembuangan akhir (TPA) dan meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah.
Inovasi Teknologi dan Partisipasi Masyarakat
Dengan sistem pemilahan sampah dari rumah tangga, sampah organik dan non-organik dapat dikelola secara lebih efektif. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah non-organik dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali. Hal ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang bertujuan untuk meminimalkan limbah dan meningkatkan efisiensi sumber daya.
Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, keberadaan sampah liar masih menjadi tantangan tersendiri bagi DLH Sergai. Beberapa titik di wilayah Sergai masih menjadi lokasi pembuangan sampah tidak terkendali. Untuk mengatasi masalah ini, DLH Sergai secara rutin melakukan patroli guna mengidentifikasi lokasi-lokasi rawan pembuangan sampah ilegal dan menindak pelanggar.
DLH Sergai juga berharap adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam mengatasi masalah sampah. Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga diajak untuk terlibat dalam program bank sampah yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi mereka. Dengan demikian, pengelolaan sampah di Sergai dapat dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Ke depan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan masalah sampah di Serdang Bedagai dapat teratasi secara efektif dan berkelanjutan, menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari.