Shalat Idul Fitri Papua 1446 H Digelar di Kantor Gubernur, Bersama Muhammadiyah
Panitia Hari Besar Islam Provinsi Papua mengumumkan Shalat Idul Fitri 1446 H akan dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Papua pada pukul 06.00 WIT, bertepatan dengan Muhammadiyah.

Shalat Idul Fitri 1446 Hijriah di Provinsi Papua akan dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Papua, Jayapura Utara. Keputusan ini diumumkan oleh Ketua Harian Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Provinsi Papua, Alwi Tianlean, pada Sabtu, 29 April 2023. Pelaksanaan shalat Idul Fitri yang bertepatan dengan penetapan Muhammadiyah ini akan dimulai pukul 06.00 Waktu Indonesia Timur (WIT). PHBI telah mendapatkan izin dari Pemerintah Provinsi Papua untuk menggunakan lokasi tersebut.
Alwi Tianlean menjelaskan bahwa kerjasama dengan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Provinsi Papua telah terjalin untuk memastikan kelancaran pelaksanaan shalat Idul Fitri. Pihaknya telah mengajukan surat permohonan dan tengah melakukan persiapan lapangan untuk menyambut hari raya umat Muslim tersebut. Masyarakat diimbau untuk datang tepat waktu agar pelaksanaan shalat dapat berjalan dengan khidmat dan tertib.
Kebertepatan penetapan Idul Fitri antara PHBI Papua dan Muhammadiyah tahun ini dinilai sebagai momen yang berkesan. Hal ini merupakan suatu kebersamaan yang langka, mengingat biasanya terdapat perbedaan satu hari antara kedua penetapan tersebut. Kesamaan ini diharapkan dapat menambah kemeriahan perayaan Idul Fitri 1446 H di Papua.
Kesamaan Penetapan Idul Fitri Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah
Ketua Harian PHBI Provinsi Papua, Alwi Tianlean, mengungkapkan rasa syukur atas kesamaan penetapan Idul Fitri antara PHBI Papua dan Muhammadiyah. Hal ini dianggap sebagai momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan rasa persatuan di tengah masyarakat Papua. "Biasanya beda sehari dengan kami, namun tahun ini diharapkan bisa bersama-sama dengan begitu menambah kemeriahan kemenangan di hari Lebaran pada 1446," kata Alwi.
Lebih lanjut, Alwi menekankan pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama di Papua. Ia berharap pelaksanaan shalat Idul Fitri dapat berjalan lancar dan damai, serta tetap menghormati perbedaan keyakinan yang ada. Kerjasama yang baik antara PHBI dan BKM Provinsi Papua diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Kesamaan penetapan Idul Fitri ini juga diharapkan dapat menjadi simbol persatuan dan kesatuan bagi umat Islam di Papua. Dengan adanya kebersamaan ini, diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh rasa persaudaraan antar sesama muslim.
Imbauan Menjaga Keamanan dan Ketertiban
Menjelang Idul Fitri, PHBI Papua juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh umat Muslim untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama malam takbiran. Hal ini penting untuk menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Papua. "Kami mengimbau seluruh umat Islam pada malam takbiran agar memperhatikan waktu istirahat, dengan begitu tidak mengganggu orang lain," ujar Alwi Tianlean.
Imbauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan aman, damai, dan tanpa mengganggu ketertiban umum. PHBI Papua berharap seluruh umat Muslim dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh khidmat dan tetap menjaga sikap saling menghormati antar sesama.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama malam takbiran dan perayaan Idul Fitri. PHBI Papua berkomitmen untuk menciptakan suasana yang kondusif dan harmonis bagi seluruh masyarakat Papua dalam merayakan hari raya Idul Fitri.
Pelaksanaan shalat Idul Fitri di halaman Kantor Gubernur Papua diharapkan dapat menjadi simbol kebersamaan dan persatuan umat Islam di Papua. Semoga perayaan Idul Fitri tahun ini dapat membawa kedamaian, keberkahan, dan kegembiraan bagi seluruh masyarakat Papua.