Sukses! Program UBI di Pelalawan Tingkatkan Panen Petani hingga 20 Persen
Program Udara Bersih Indonesia (UBI) di Pelalawan, Riau, sukses tingkatkan hasil panen petani hingga 20 persen berkat metode pertanian ramah lingkungan.

Program Udara Bersih Indonesia (UBI) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, telah menunjukkan hasil yang gemilang. Inisiatif yang dimulai sejak tahun 2021 ini berhasil meningkatkan hasil panen petani hingga 20 persen. Program ini, yang dijalankan oleh Farmer’s Initiatives for Ecological Livelihood and Democracy (FIELD), menggunakan metode mulsa tanpa olah tanah (MTOT) sebagai kunci keberhasilannya.
Koordinator UBI Field Indonesia, Nur Azizah, menjelaskan keberhasilan program tersebut dalam sebuah lokakarya di Pengkalan Kerinci, Pelalawan. Lokakarya ini juga menandai terbentuknya Ikatan Petani Udara Bersih Indonesia, sebuah langkah penting untuk keberlanjutan program ini. Petani yang terlibat sepakat bahwa program UBI telah membawa dampak positif yang signifikan terhadap kehidupan mereka.
Selain peningkatan hasil panen, UBI juga mendorong pertanian ramah lingkungan. Metode MTOT yang diterapkan mengurangi pembakaran lahan dan penggunaan pupuk kimia, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Hal ini sejalan dengan harapan Nur Azizah agar program UBI dapat terintegrasi dengan program lain untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Metode Pertanian Ramah Lingkungan: Kunci Sukses UBI
Program UBI di Pelalawan tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga pada penerapan metode pertanian yang ramah lingkungan. Metode mulsa tanpa olah tanah (MTOT) menjadi andalan program ini. Selain MTOT, UBI juga memperkenalkan teknik bedengan kayu, penggunaan kompos dari ayam seresah, dan pupuk daun dari cangkang telur.
Lebih dari 500 petani di Pelalawan telah mengikuti penyuluhan yang diberikan oleh tim FIELD Indonesia mengenai metode MTOT untuk tanaman hortikultura dan padi. Hasilnya, peningkatan hasil panen mencapai 15-20 persen dibandingkan dengan metode konvensional. Metode ini juga membantu merawat kesuburan tanah secara alami, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Kepala Desa Lubuk Ogung, Triono, yang juga menjabat sebagai Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Pelalawan, memberikan apresiasi positif terhadap program UBI. Ia menilai program ini telah menghidupkan kembali semangat bertani masyarakat dan memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi petani.
Dukungan Pemerintah dan Pemangku Kepentingan
Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Pelalawan, M. Taufik, menyatakan bahwa program UBI sejalan dengan misi Presiden RI dalam menciptakan kedaulatan pangan. Oleh karena itu, ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan diperluas di Pelalawan.
Aryani Kodriyana, fasilitator Provinsi Riau Field Indonesia, menambahkan bahwa dalam empat tahun pelaksanaan, lebih dari 500 petani telah terlatih dan menerapkan metode MTOT. Petani merasakan manfaatnya, termasuk penghematan biaya produksi dan masa panen yang lebih panjang. Namun, FIELD berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, terutama dalam penyediaan alat pertanian dan irigasi.
Program UBI di Pelalawan telah membuktikan bahwa penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk menerapkan pendekatan serupa dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi dampak perubahan iklim. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan berbagai pihak sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program ini dan meluasnya manfaatnya bagi lebih banyak petani.