Tadarus Pagi di Madrasah DKI Jakarta Tetap Berjalan Selama Ramadhan
Kemenag DKI Jakarta memastikan program tadarus pagi di madrasah tetap berlangsung selama Ramadhan, meski jam pelajaran sedikit dikurangi untuk memberikan ruang kegiatan keagamaan.

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DKI Jakarta memastikan bahwa kegiatan tadarus pagi di seluruh madrasah di wilayah DKI Jakarta tetap akan dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Adib, pada Selasa, 25 Februari 2024. Keputusan ini diambil untuk tetap menjaga tradisi madrasah dan sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik.
Tadarus pagi akan tetap menjadi agenda rutin sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai. Menurut Adib, kegiatan ini merupakan ciri khas madrasah dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para siswa. Pihak Kemenag berharap Ramadhan dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kecintaan terhadap Al-Quran.
"Pembiasaan tadarus pagi yang menjadi ciri khas madrasah tetap berjalan sebelum dilanjutkan dengan KBM dalam menyelesaikan kompetensi dasar maupun capaian pembelajaran," ujar Adib. Ia menambahkan, "Agar Ramadhan dijadikan momentum bagi para peserta didik dan madrasah untuk semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta semakin mencintai Al Quran dengan memperbanyak tadarus dan menghayati isi kandungannya."
Jadwal Belajar dan Kegiatan Ramadhan di Madrasah
Meskipun tadarus pagi tetap dilaksanakan, Kemenag DKI Jakarta telah menetapkan penyesuaian jam pembelajaran selama Ramadhan. Kepala madrasah diberikan kewenangan untuk mengurangi durasi setiap jam pelajaran, dengan maksimal pengurangan 10 menit per jam. Penyesuaian ini bertujuan untuk memberikan ruang yang cukup bagi kegiatan keagamaan selama bulan suci.
KBM selama Ramadhan akan diawasi secara ketat oleh pengawas madrasah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, dan Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Tidak hanya KBM, kegiatan keagamaan selama Ramadhan juga akan dievaluasi dan dimonitoring untuk memastikan berjalan dengan lancar dan efektif.
Jadwal kegiatan keagamaan di madrasah pun telah diatur. Untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), kegiatan keagamaan akan dilakukan setelah Shalat Dzuhur hingga pukul 13.30 WIB. Sementara untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI), kegiatan akan berlangsung dari pukul 10.30 WIB hingga Shalat Dzuhur. Sedangkan untuk jenjang Raudhatul Athfal (RA), KBM dan kegiatan keagamaan akan selesai pukul 10.00 WIB.
Kultum Streaming dan Laporan Peserta Didik
Sebagai bagian dari kegiatan keagamaan, ceramah agama atau kultum selama Ramadhan akan dilaksanakan secara streaming setelah Shalat Dzuhur. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Seluruh peserta didik di jenjang MA/MAK dan MTs diwajibkan untuk mengikuti kultum dan membuat laporan sebagai bentuk evaluasi dan pemahaman mereka.
"Ceramah keagamaan dalam bentuk kultum selama Ramadhan dilaksanakan secara 'streaming' setelah Shalat Dzuhur dan seluruh peserta didik wajib mengikuti dan membuat laporan (bagi jenjang MA/MAK dan MTs)," jelas Adib.
Dengan adanya pengaturan jadwal dan monitoring yang ketat, Kemenag DKI Jakarta berharap Ramadhan dapat menjadi momen yang produktif dan bermakna bagi seluruh peserta didik dan civitas akademika madrasah di DKI Jakarta. Integrasi antara pendidikan formal dan penguatan nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat membentuk generasi muda yang berilmu dan bertakwa.