Tiga Solusi Cegah Krisis Ekonomi: Komunikasi, Efisiensi, dan Investasi Asing
Pengamat ekonomi Unmul paparkan tiga solusi penting pemerintah tangkal ancaman krisis ekonomi: komunikasi publik efektif, efisiensi belanja, dan peningkatan investasi asing langsung.

Samarinda, 19 Maret 2024 - Ancaman krisis ekonomi tengah menghantui Indonesia. Menanggapi hal ini, Muhammad Harits Zidni Khatib Ramadhani, pengamat ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul), memaparkan tiga solusi krusial yang perlu diterapkan pemerintah untuk meredam kepanikan dan menjaga stabilitas ekonomi. Ketiga solusi tersebut meliputi peningkatan komunikasi publik yang efektif, efisiensi belanja pemerintah, dan peningkatan investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI).
Meskipun Indonesia belum secara resmi memasuki krisis ekonomi, beberapa indikator mengkhawatirkan mulai terlihat. Penurunan daya beli masyarakat dan deflasi di tengah bulan Ramadhan menjadi sinyal yang perlu diwaspadai. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok lebih dari lima persen pada 18 Maret 2024 juga turut menambah kekhawatiran. Penurunan ini dipicu oleh sentimen negatif pasar yang dipengaruhi berbagai isu, termasuk kebijakan dagang Amerika Serikat, delisting saham perusahaan konglomerat Indonesia dari MSCI dan FTSE, defisit APBN, serta isu politik.
Zidni menekankan bahwa pasar saham seringkali bereaksi cepat terhadap isu negatif, bahkan sebelum isu tersebut terbukti kebenarannya. Oleh karena itu, komunikasi publik yang efektif menjadi kunci utama dalam mencegah kepanikan massal yang dapat memperparah situasi ekonomi.
Komunikasi Publik yang Efektif: Jembatan antara Pemerintah dan Rakyat
Salah satu solusi yang diusulkan Zidni adalah perlunya pemerintah meningkatkan kualitas komunikasi publik. Pemerintah harus mampu menyampaikan program-programnya dengan lebih transparan dan mudah dipahami oleh masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mencegah kesalahpahaman dan mengurangi potensi kepanikan yang dapat memicu krisis kepercayaan terhadap pemerintah.
Dengan komunikasi yang efektif, pemerintah dapat membangun kepercayaan publik dan menjelaskan langkah-langkah yang telah dan akan diambil untuk mengatasi tantangan ekonomi. Transparansi informasi akan membantu masyarakat memahami situasi sebenarnya dan mengurangi spekulasi yang dapat memperburuk kondisi.
Kejelasan informasi juga penting untuk mengurangi kecemasan masyarakat terkait kebijakan pemerintah. Komunikasi yang baik akan membangun rasa optimisme dan kepercayaan diri masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Efisiensi Belanja Pemerintah: Prioritaskan Belanja Produktif
Solusi kedua yang diajukan Zidni adalah efisiensi belanja pemerintah. Di tengah defisit anggaran, pemerintah perlu memprioritaskan program-program yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan rakyat. Program-program yang kurang prioritas sebaiknya ditunda atau dievaluasi ulang.
Zidni menyarankan agar pemerintah fokus pada belanja produktif, seperti pembangunan infrastruktur, program sosial, pendidikan, dan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat. Belanja produktif akan mendorong perputaran uang di masyarakat dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dengan efisiensi belanja, pemerintah dapat mengalokasikan anggaran secara optimal dan memaksimalkan dampak positif dari setiap program yang dijalankan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah ekonomi.
Peningkatan Investasi Asing Langsung: Tarik Minat Investor Global
Solusi ketiga yang diusulkan adalah peningkatan investasi asing langsung (FDI). Investasi asing sangat penting untuk menambah likuiditas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, Zidni mengakui masih adanya tantangan yang dihadapi investor asing, seperti regulasi yang berubah-ubah, korupsi, dan konflik sosial.
Pemerintah perlu mengatasi masalah-masalah tersebut untuk menarik minat investor asing. Peningkatan transparansi dan penegakan hukum yang konsisten sangat penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Pemerintah juga perlu memperkuat jaminan kepastian hukum bagi investor asing.
Zidni mengapresiasi langkah pemerintah membentuk tim khusus untuk menganalisis masalah yang dihadapi investor asing. Ia optimistis tim tersebut dapat menemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan FDI dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketiga solusi ini, menurut Zidni, harus diterapkan secara simultan untuk menanggulangi ancaman krisis ekonomi.
Dengan menerapkan ketiga solusi tersebut secara terintegrasi dan konsisten, pemerintah dapat membangun fondasi ekonomi yang kuat dan tangguh, serta mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang mungkin terjadi di masa depan.