Tragedi di Dermaga Manggar: Bocah 7 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia
Tim SAR gabungan berhasil menemukan Vildan (7), bocah yang hilang di Dermaga Kampungbaru, Manggar, Belitung Timur, namun dalam keadaan meninggal dunia setelah pencarian intensif.

Sebuah tragedi menimpa warga Kampungbaru, Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Vildan (7), seorang bocah yang dilaporkan hilang setelah bermain di dermaga nelayan setempat pada Minggu (23/3) sekitar pukul 15.30 WIB, ditemukan meninggal dunia. Jasadnya ditemukan mengapung sekitar 50 meter dari lokasi kejadian, Senin (24/3), setelah pencarian intensif yang melibatkan Tim SAR gabungan.
Pencarian yang melibatkan berbagai unsur, termasuk Rescuer Pos SAR Belitung Timur, Pos TNI AL Manggar, Polairud, BPBD Kabupaten Belitung Timur, dan warga sekitar, berhasil menemukan Vildan setelah beberapa jam melakukan penyisiran. Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, mengkonfirmasi penemuan tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
Kronologi kejadian bermula saat Vildan pamit kepada orang tuanya untuk bermain. Salah seorang warga melihatnya bermain sendiri di sekitar perahu-perahu yang bersandar di Dermaga Kampungbaru. Karena hingga pukul 18.30 WIB Vildan belum kembali, keluarga mulai panik dan melakukan pencarian hingga pukul 21.30 WIB tanpa hasil. Akhirnya, Kepala Dusun melaporkan kejadian ini ke Kantor SAR Pangkalpinang, yang kemudian mengkoordinasikan pencarian lintas sektor.
Pencarian Intensif dengan Teknologi Canggih
Proses pencarian melibatkan berbagai upaya, termasuk penyisiran menggunakan perahu karet dan pemanfaatan drone thermal untuk memperluas jangkauan pencarian dan membantu melihat lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. "Setelah beberapa jam melakukan proses pencarian menggunakan perahu karet dengan menyisir sejumlah titik sekitar aliran dermaga akhirnya korban bisa ditemukan," jelas I Made Oka Astawa. Drone thermal terbukti efektif dalam membantu pencarian di area perairan yang luas.
Tim SAR gabungan juga memanfaatkan informasi dari warga sekitar untuk mempersempit area pencarian. Informasi krusial akhirnya didapatkan, yang mengarahkan tim ke lokasi penemuan jasad Vildan. "Setelah dilakukan pencarian secara bersama-sama, kemudian tim mendapatkan informasi korban mengapung tidak jauh dari lokasi kejadian," tambah I Made Oka Astawa.
Setelah ditemukan, jasad Vildan segera dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Keberhasilan operasi pencarian ini menjadi bukti nyata pentingnya koordinasi dan kolaborasi antar instansi dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Dukungan dan Kolaborasi Antar Instansi
I Made Oka Astawa menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan kolaborasi yang baik dari seluruh tim SAR gabungan. "Terima kasih kami ucapkan kepada segenap unsur SAR gabungan yang telah membantu dan mendukung proses pencarian terhadap korban, semoga sinergi, kolaborasi dan kerja sama ini dapat terus terjalin," ujarnya. Keberhasilan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara berbagai pihak dalam misi kemanusiaan.
Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan orangtua terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar area perairan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah kejadian serupa terulang kembali. Semoga keluarga Vildan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi duka cita ini.
Proses evakuasi dilakukan dengan cepat dan efisien setelah informasi lokasi jasad Vildan didapatkan. Tim SAR yang berada di darat langsung membantu proses evakuasi dan membawa jasad Vildan ke rumah duka. Kerja sama yang solid antar anggota tim menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Kesimpulan
Penemuan jasad Vildan menjadi penutup dari operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur. Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan dan kerja sama dalam menghadapi situasi darurat. Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita semua.