UI Buka Prodi Subspesialis Ilmu Kesehatan Mata Pertama di Indonesia
Universitas Indonesia (UI) membuka Prodi Subspesialis Ilmu Kesehatan Mata pertama di Indonesia dan Prodi Subspesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis spesialis.

Universitas Indonesia (UI) secara resmi membuka dua program studi subspesialis baru di Fakultas Kedokteran (FK) pada 27 Maret 2024 di Kampus UI Depok. Kedua program studi tersebut adalah Subspesialis Ilmu Kesehatan Mata, yang merupakan yang pertama di Indonesia, dan Subspesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika. Pembukaan program studi ini merupakan jawaban atas kebutuhan akan tenaga medis spesialis yang semakin meningkat di Indonesia, sekaligus wujud komitmen UI dalam mendukung pemerintah.
Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, menjelaskan bahwa pendirian program studi ini telah melalui proses akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes). Hal ini menjamin bahwa program studi tersebut memenuhi standar pendidikan kedokteran subspesialis yang tinggi. Prof. Heri menambahkan, "Saat ini, terdapat kekurangan dalam penanganan kasus-kasus kompleks yang memerlukan keahlian dari dokter subspesialis." Dengan adanya program ini, diharapkan kekurangan tersebut dapat teratasi.
FKUI, sebagai fakultas kedokteran terbaik di Indonesia, berkomitmen untuk mencetak dokter-dokter subspesialis yang kompeten dan siap berkontribusi dalam pembangunan kesehatan nasional. Pembukaan program studi ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan akan dokter subspesialis, khususnya di bidang Ilmu Kesehatan Mata dan Dermatologi Venereologi dan Estetika. Program studi ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang mampu memberikan pelayanan medis berkualitas tinggi dan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan.
Program Studi dan Peminatan
Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Mata menawarkan delapan peminatan, yaitu Infeksi dan Imunologi; Refraksi dan Optimasi Visual; Katarak dan Bedah Refraktif; Glaukoma; Vitreoretina; Rekonstruksi, Okuloplasti, dan Onkologi; Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus; serta Neuro-oftalmologi. Sementara itu, Prodi Subspesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika memiliki enam peminatan: Dermatologi Tropis; Venereologi; Dermatologi Anak; Dermato-Alergi-Imunologi; Dermatologi Kosmetik dan Estetika; serta Onkologi dan Bedah Kulit.
Kedua program studi ini memiliki masa studi selama empat semester dan terbagi menjadi tiga tahapan: pembekalan, magang, dan tahap mandiri. Mahasiswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan intelektual, psikomotor, komunikasi, profesionalisme, dan pengambilan keputusan dalam memberikan tatalaksana kepada pasien. Selain itu, mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan bakti sosial dan penelitian untuk meningkatkan kemandirian dan inovasi.
Mahasiswa juga aktif dalam riset dan pendidikan klinis kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan baru di bidang subspesialisasi, sehingga lulusan tidak hanya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi pada kemajuannya. Hal ini sejalan dengan harapan agar lulusan menjadi pemimpin dalam pengembangan pelayanan, pendidikan, dan penelitian di bidangnya.
Kompetensi Lulusan
Dekan FKUI, Prof. Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa lulusan kedua program studi ini diharapkan memiliki kompetensi unggul dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Mereka diharapkan mampu memberikan pelayanan medis subspesialistik berkualitas tinggi, berbasis bukti ilmiah, dan memenuhi standar internasional. Selain itu, lulusan juga diharapkan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian berkualitas, serta aktif dalam pengelolaan kasus secara multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin.
Dengan dibukanya program studi subspesialis ini, Universitas Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen untuk menghasilkan tenaga kesehatan profesional dan berkualitas tinggi yang mampu menjawab tantangan di bidang kesehatan Indonesia. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mata dan kulit di Indonesia.