Wali Kota Medan Imbau ASN Gunakan Produk UMKM Lokal, Respons Aksi Mahasiswa
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meminta ASN Pemkot Medan untuk mengutamakan produk UMKM lokal menyusul aksi mahasiswa yang menyoroti penggunaan barang branded oleh para pejabat.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, telah mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Medan untuk memprioritaskan penggunaan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Imbauan ini disampaikan pada Sabtu, 15 Maret 2024, menyusul aksi demonstrasi mahasiswa pada Jumat, 14 Maret 2024, yang menyoroti penggunaan barang-barang mewah dan bermerek oleh para pejabat Pemkot Medan.
Aksi tersebut menyoroti gaya berpakaian para ASN yang dianggap kurang mendukung UMKM lokal. Para mahasiswa menilai penggunaan produk luar negeri dan barang-barang branded oleh pejabat pemerintahan bertentangan dengan upaya pemerintah untuk memberdayakan ekonomi lokal. Imbauan Wali Kota Medan ini merupakan respons langsung atas kritik tersebut, sekaligus upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kota Medan.
Dalam pernyataannya, Rico Waas menekankan pentingnya dukungan terhadap UMKM lokal. Ia meminta seluruh ASN, terutama para pejabat, untuk menghindari penggunaan barang-barang mahal dan bermerek, serta beralih menggunakan produk-produk UMKM Kota Medan. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap perkembangan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.
ASN Pemkot Medan Diminta Gunakan Produk Lokal
Imbauan Wali Kota Medan ini bukan hanya sebatas himbauan, tetapi juga akan diwujudkan dalam bentuk kebijakan resmi. Rico Waas menyatakan bahwa Pemkot Medan akan membuat aturan terkait gaya berpakaian para ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan. Aturan ini akan mencakup berbagai jenis barang, mulai dari sepatu, baju, celana, dan aksesoris lainnya, yang diharapkan dapat dipenuhi oleh UMKM Kota Medan.
Dengan kebijakan ini, Pemkot Medan berharap dapat meningkatkan permintaan terhadap produk UMKM lokal, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku UMKM. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan dan mengurangi kesenjangan ekonomi.
Wali Kota juga menekankan bahwa penggunaan produk UMKM lokal merupakan bentuk tanggung jawab moral para ASN sebagai abdi negara. Dengan membeli produk lokal, para ASN telah berkontribusi langsung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kota Medan.
Apresiasi terhadap Kritik Mahasiswa
Rico Waas menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kritik dan masukan yang disampaikan oleh para mahasiswa. Ia menilai aksi demonstrasi tersebut sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan sebagai kontribusi berharga bagi kemajuan Kota Medan. Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam mengawasi kinerja pemerintah dan memberikan masukan demi terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih.
Wali Kota juga membuka pintu bagi kritik dan saran konstruktif dari masyarakat. Ia berharap agar ke depannya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik demi pembangunan Kota Medan yang lebih maju dan sejahtera. Sikap terbuka ini menunjukkan komitmen Pemkot Medan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan bertindak berdasarkan masukan yang diterima.
Dengan adanya imbauan dan kebijakan ini, diharapkan akan terjadi peningkatan signifikan dalam penggunaan produk UMKM lokal oleh ASN di lingkungan Pemkot Medan. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Medan dan kesejahteraan para pelaku UMKM.
Langkah-langkah yang akan dilakukan Pemkot Medan:
- Membuat kebijakan resmi terkait gaya berpakaian ASN.
- Mendorong ASN untuk menggunakan produk UMKM lokal.
- Memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM.
- Memfasilitasi akses pasar bagi produk UMKM.
Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan akan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah dan UMKM dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Medan.