Waspada Kabut Tebal! Polres Cianjur Imbau Pemudik Hati-Hati Lintasi Jalur Puncak
Polres Cianjur mengimbau pemudik meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur Puncak karena kabut tebal yang mengganggu jarak pandang, terutama di kawasan Ciloto.

Kepolisian Resort (Polres) Cianjur, Jawa Barat, memberikan imbauan penting kepada para pemudik yang akan melintasi jalur Puncak Pass. Imbauan ini dikeluarkan menyusul munculnya kabut tebal yang signifikan mengganggu jarak pandang di jalur tersebut, seperti yang terjadi pada Jumat petang, 28 Maret 2024.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Puncak sejak siang hingga sore hari. Kabut tebal dengan jarak pandang hanya beberapa meter menutupi jalur Puncak Pass, menyebabkan kondisi berkendara menjadi sangat berbahaya. Kapolres Cianjur, AKBP Rohman Yongky Dilatha, menekankan pentingnya kewaspadaan para pengendara, khususnya pemudik, saat melintasi jalur ini saat kondisi berkabut.
"Kawasan Puncak kerap dilanda kabut tebal, terutama saat pagi dan menjelang malam," ujar AKBP Rohman. "Oleh karena itu, pengendara, terutama pemudik, harus berhati-hati dan waspada saat melintas ketika kabut turun karena jarak pandang menjadi pendek." Imbauan ini disampaikan mengingat potensi bahaya kecelakaan yang tinggi di kondisi tersebut.
Imbauan Waspada dan Kesiapan Kendaraan
Polres Cianjur menyarankan agar pengendara atau pemudik yang menghadapi kabut tebal untuk segera menepi dan menunggu hingga kabut menipis atau hilang. Hal ini penting untuk menghindari kecelakaan, karena jarak pandang yang terbatas membuat kendaraan dari arah berlawanan sulit terlihat. Selain itu, kewaspadaan juga harus ditingkatkan saat memasuki jalan menurun tajam dan berbelok di kawasan Ciloto, yang rawan kecelakaan tunggal atau beruntun akibat rem blong atau kelalaian lainnya.
AKBP Rohman juga menekankan pentingnya pengecekan kondisi kendaraan sebelum memulai perjalanan. "Pastikan kondisi kendaraan laik jalan dan pengendara dalam kondisi prima," katanya. "Ketika lelah, lebih baik berhenti untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan." Imbauan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan yang dapat disebabkan oleh kelelahan pengemudi atau kerusakan kendaraan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pemudik terlihat memilih untuk menepi dan beristirahat ketika kabut tebal menyelimuti kawasan Puncak pada Jumat petang. Hal ini menunjukkan kesadaran para pemudik akan potensi bahaya yang ada.
Pengalaman Pemudik dan Prediksi Puncak Arus Mudik
Riski (34), seorang pemudik asal Jakarta yang menuju Bandung, menceritakan pengalamannya. Ia mengatakan kabut mulai turun saat memasuki perkebunan teh Puncak dan semakin tebal saat memasuki kawasan Puncak Pass. Jarak pandang yang sangat terbatas, hanya sekitar 3 meter, memaksanya untuk berhenti di pinggir jalan dan menunggu kabut hilang sebelum melanjutkan perjalanan. "Sangat tebal sampai lampu dari arah berlawanan baru terlihat dalam jarak 3 meter," kata Riski. "Membuat saya memilih berhenti sambil istirahat menunggu kabut hilang, karena tidak berani kalau memaksakan diri menyetir."
Menjelang Lebaran, volume kendaraan yang melintas di jalur utama Cianjur mengalami peningkatan, meskipun belum terlalu signifikan. Kendaraan roda dua mendominasi arus lalu lintas. Kapolres Cianjur memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-2 dan H-1 Lebaran, sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+1 dan H+2 Lebaran. Berbagai upaya, termasuk rekayasa arus lalu lintas, akan dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik.
"Diprediksi puncak arus balik akan terjadi besok dan lusa," kata AKBP Rohman. "Sehingga berbagai upaya termasuk rekayasa arus akan dilakukan agar arus yang melintas aman dan lancar."
Polres Cianjur menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada saat berkendara, terutama saat kondisi cuaca buruk. Persiapan kendaraan yang matang dan kondisi fisik pengemudi yang prima sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan.