Waspada! Penipuan Donasi Catut Nama Gubernur Sulsel Beredar di Medsos
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meminta masyarakat waspada terhadap penipuan donasi yang mengatasnamakan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman melalui media sosial.

Masyarakat Sulawesi Selatan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang memanfaatkan nama baik Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Sebuah informasi yang beredar di media sosial mengklaim adanya donasi sebesar Rp23 juta yang ditransfer atas nama Gubernur untuk sebuah rumah tahfiz Quran. Kejadian ini terungkap pada Rabu, 3 April 2024, dan langsung direspons oleh pihak berwenang.
Informasi palsu tersebut tersebar melalui tangkapan layar akun Facebook bernama "Andi Sudirman", yang menampilkan bukti transfer dana senilai Rp23 juta. Namun, Kepala Dinas Kominfo SP Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, dengan tegas membantah kebenaran informasi tersebut. Ia menyatakan bahwa Gubernur Andi Sudirman Sulaiman tidak pernah melakukan transfer dana seperti yang diklaim, dan akun Facebook yang digunakan adalah palsu.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan bahwa informasi yang beredar adalah hoaks dan menyesatkan. Langkah cepat diambil untuk mengklarifikasi informasi tersebut kepada publik dan mencegah meluasnya dampak negatif dari aksi penipuan ini. Pihak berwenang juga tengah menyelidiki asal-usul penyebaran informasi palsu tersebut.
Akun Palsu dan Modus Penipuan
Andi Winarno Eka Putra menekankan bahwa akun Facebook "Andi Sudirman" yang digunakan dalam penyebaran informasi palsu bukanlah akun resmi Gubernur Sulsel. Ia menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang berkaitan dengan penggalangan dana atau donasi.
Modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat publik, seperti Gubernur Sulsel dalam kasus ini, semakin marak terjadi. Para pelaku memanfaatkan kepercayaan publik terhadap figur publik untuk melancarkan aksinya dan memperoleh keuntungan pribadi. Oleh karena itu, kewaspadaan dan verifikasi informasi sangat penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima melalui media sosial. Jangan mudah percaya sebelum memastikan kebenaran informasi tersebut melalui kanal resmi pemerintah atau menghubungi pihak terkait secara langsung.
Imbauan kepada Masyarakat
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dihimbau untuk senantiasa waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Selalu periksa sumber informasi dan pastikan kebenarannya sebelum mengambil tindakan, terutama yang berkaitan dengan transfer dana atau donasi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus berupaya mencegah penyebaran informasi palsu dan melindungi masyarakat dari aksi penipuan. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan bertanggung jawab.
Masyarakat dapat melaporkan setiap informasi yang mencurigakan kepada pihak berwenang agar tindakan cepat dapat dilakukan. Dengan kewaspadaan dan verifikasi yang tepat, masyarakat dapat terhindar dari menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan pejabat publik.
Langkah-langkah sederhana seperti mengecek akun resmi Gubernur Sulsel di media sosial atau menghubungi kantor pemerintah terkait dapat membantu memastikan kebenaran informasi sebelum bertindak. Ingatlah, selalu waspada dan jangan sampai menjadi korban penipuan.
- Selalu verifikasi informasi melalui sumber resmi.
- Jangan mudah percaya informasi di media sosial tanpa verifikasi.
- Laporkan informasi mencurigakan kepada pihak berwenang.
- Hati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat publik.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah verifikasi yang tepat, masyarakat dapat melindungi diri dari aksi penipuan yang merugikan dan menjaga keamanan informasi di ruang digital.