Mecca Fried Chicken: Ayam Goreng Halal dan Tayib dengan Sentuhan Kemanusiaan
Mecca Fried Chicken hadir dengan ayam goreng halal dan tayib, serta donasi untuk Palestina, menggabungkan bisnis dan kepedulian sosial.

Mecca Fried Chicken, sebuah restoran cepat saji di Jakarta, meluncurkan menu ayam goreng halal dan tayib. Inovasi ini diluncurkan sebagai respon terhadap meningkatnya kesadaran konsumen akan pentingnya memilih produk yang sesuai dengan nilai-nilai mereka. CEO Inspirasi Bisnis Nusantara, Gufron Syarif, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menyediakan makanan berkualitas dan bernilai.
Gufron, yang akrab disapa Ufo, menekankan bahwa tren bisnis ayam goreng di Indonesia sangat pesat, didorong oleh tingginya permintaan dan kesadaran konsumen yang semakin selektif dalam memilih merek sesuai dengan nilai-nilai pribadi mereka. Mecca Fried Chicken tidak hanya fokus pada rasa dan kehalalan, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dalam menjalankan bisnis.
Hal ini tercermin dalam komitmen perusahaan untuk memastikan seluruh bahan baku halal dan proses produksi yang sesuai standar. Lebih jauh, Mecca Fried Chicken memastikan pemasok bahan baku tidak berafiliasi dengan Israel dan entitas yang terlibat dalam konflik di Gaza. "Lebih dari sekadar brand fast food, kami ingin menjadi wasilah atau jalan yang dapat mendekatkan kepada nilai-nilai kebermanfaatan bagi sesama, khususnya pada isu Palestina," ujar Ufo.
Ayam Goreng Bernilai Sosial
Komitmen sosial Mecca Fried Chicken tidak berhenti pada aspek produksi. Restoran ini juga berupaya menumbuhkan kepedulian konsumen terhadap sesama melalui donasi. Sejumlah Rp1.000 dari setiap penjualan ayam goreng disumbangkan untuk membantu rakyat Palestina. Ufo menjelaskan bahwa ini merupakan bentuk nyata dari komitmen perusahaan untuk berbagi dan berkontribusi dalam aksi kemanusiaan.
Pada acara pembukaan restoran di bulan Februari 2025, Mecca Fried Chicken telah menyalurkan bantuan sebesar Rp150 juta kepada rakyat Palestina melalui Adara Relief. Dana tersebut merupakan hasil dari penjualan ayam goreng. Langkah ini menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan merupakan bagian integral dari identitas dan prinsip bisnis perusahaan.
Gufron menegaskan bahwa keberkahan dalam bisnis tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat. "Sebagai Muslim, kami meyakini bahwa setiap aspek kehidupan, termasuk berbisnis, harus berlandaskan nilai-nilai Islam," tambahnya. "Bagi kami, keberkahan dalam bisnis bukan hanya diukur dari seberapa besar keuntungan yang didapat, tetapi juga dari seberapa banyak manfaat yang bisa kita berikan kepada masyarakat luas."
Komitmen Halal dan Tayib
Mecca Fried Chicken menekankan komitmennya terhadap penyediaan produk halal dan tayib. Tim riset dan pengembangan (R&D) perusahaan telah berinovasi untuk menciptakan menu yang tidak hanya lezat, tetapi juga sesuai dengan prinsip-prinsip kehalalan dan kebaikan. Ini menunjukkan upaya perusahaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin kritis dan sadar akan pilihan produk yang mereka konsumsi.
Dengan menggabungkan cita rasa ayam goreng yang lezat dengan komitmen terhadap kehalalan, kualitas bahan baku, dan kepedulian sosial, Mecca Fried Chicken berupaya menjadi lebih dari sekadar restoran cepat saji. Mereka ingin menjadi bagian dari solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, khususnya melalui dukungan terhadap rakyat Palestina.
Inisiatif donasi yang dilakukan menunjukkan bahwa bisnis dapat menjadi alat untuk kebaikan dan perubahan sosial. Model bisnis yang diusung Mecca Fried Chicken ini patut diapresiasi sebagai contoh bagaimana perusahaan dapat menggabungkan profitabilitas dengan tanggung jawab sosial dan nilai-nilai kemanusiaan.
Ke depannya, diharapkan lebih banyak bisnis yang mengikuti jejak Mecca Fried Chicken dalam mengintegrasikan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan ke dalam operasional bisnis mereka. Hal ini akan menciptakan dampak yang lebih luas dan positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.