1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. SEHAT

Aneh Tapi Nyata, Tak Ada Satupun dari Keluarga ini yang Mempunyai Sidik Jari, Ini Penyebabnya

Penulis : Yuli Astutik

22 Oktober 2021 21:29

Bagaimana jadinya bila jemarimu tak mempunyai sidik jari? Kejadian langka ini dialami seseorang di Bangladesh.

Tak cuma seorang, keadaan tersebut dialami satu keluarga. Keluarga tersebut tak mempunyai sidik jari karena adanya mutasi genetik yang amat langka, diperkirakan cuma mempengaruhi sejumlah kecil orang di dunia.

Apu Sarker (22) dan para lelaki di keluarganya, memiliki keadaan  yang nenjadikan bantalan jari mereka halus serta tak nempunyai tonjolan unik yang membentuk sidik jari.

Tak adanya sidik jari tersebut menjadikan banyak kendala bagi keluarganya, mengingat saat ini sidik jari dipakai untuk semua hal, mulai dari nelalui bandara hingga membuka smartphone.

2 dari 4 halaman

Bahkan di Bangladesh, sidik jari pun dibutuhkan untuk menjadikan KTP, paspor, dan SIM. Dilansir dari SuaraJogja.id.

Ayah Sarker, Amal, pun mengalami kendala untuk nemperoleh setiap dokumen penting tersebut. Amal akhirnya diberi kartu identitas yang dibutuhkannya untuk memberikan suara dalam pemilihan, dengan keterangan cap "Tanpa sidik jadi" di atasnya dan menerima paspor setelah menunjukkan sertifikat medis.

Walaupun Amal sudah membayar biaya dan lulus ujian untuk memperoleh SIM, pihak berwenang menolak untuk mengeluarkan izin sebab tidak adanya sidik jari.

Hambatan seperti itu pun dialami Sarker saat ia membeli ponsel. Sejak 2016, Bangladesh membutuhkan sidik jari warganya supaya sesuai dengan database nasional saat membeli kartu Sim.

"Mereka tampak bingung ketika saya pergi membeli Sim, perangkat lunak mereka tidak berfungsi setiap kali saya meletakkan jari saya di sensor," kata Sarker, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (31/12/2020).
3 dari 4 halaman

Sampai akhirnya, permintaannya ditolak dan sekarang semua lelaki di keluarganya menggunakan Sim yang terdaftar pada ibu Sarker.

Taj adanya sidik jari pun mengakibatkan persoalan bagi paman Sarker, Gopesh, yang harus menunggu dua tahun untuk memperoleh paspor resmi.

Selain itu, ia pun harus meyakinkan atasannya untuk mengizinkannya menandatangani lembar absensi, alih-alih memakai sistem absensi sidik jari di kantornya.

4 dari 4 halaman

Keluarga tersebut, yang tinggal di sebuah desa di distrik Rajshahi utara, diperkirakan menderita keadaan langka yang dikenal dengan Adermatoglyphia.

Keadaan tersebut mengakibatkan kurangnya tonjolan pada jari tangan dan kaki, dengan gejala termasuk berkurangnya kelenjar keringat di tangan dan kaki, benjolan putih kecil di wajah, dan kulit yang melepuh.

Hal ini disebabkan oleh mutasi pada gen SMARCAD1 dan merupakan keadaan yang diturunkan, yang pertama kali menjadi perhatian luas pada 2007.

Di Bangladesh, seorang dokter kulit Sudah mendiagnosis keluarga Sarker dengan keratoderma palmoplantar bawaan. Tetapi Profesor Peter Itin, seorang dokter kulit Swiss, percaya ini mungkin sudah berkembang menjadi Adermatoglyphia sekunder.

Walaupun begitu, Amal dan putranya baru-baru ini menerima jenis KTP baru yang nemakai pemindaian retina dan pengenalan wajah bersama dengan sidik jarinya, namun dokumen resmi lainnya tetap sukar didapat.
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : yuli-astutik

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya