Heboh, Seorang Perempuan Mencurahkan kegalauannya tentang Kesulitan Terangsang serta Melakukan Jimak
Penulis : Yuli Astutik
14 Oktober 2021 17:34
Semua manusia disempurnakan dengan memiliki syaraf yang dapat menjadikannya terangsang saat disentuh.
Syaraf rangsangan pada badan manusia ini dibutuhkan ketika ingin melakukan jimak.
Tapi bagaimana jadinya jika anda tidak bisa terangsang sama sekali walaupun organ vital disentuh?
Inilah yang dialami seorang perempuan asal Australia bernama Wynona Fenech. Wynona pun tak menjalankan hubungan seksual dengan pasangannya.
Menyadur Daily Star, Wynona Fenech membagikan alasannya terpaksa pantang berhubungan seksual lewat Insight on SBS.
Pada acara tersebut, Wynona mengaku mulai tak dapat menjalankan aktivitas intim sesudah melahirkan putrinya pada tahun 2017 silam. Dilansir dari Suara.com.
Wynona sendiri sebelumnya mengidap endometriosis. Kondisi tersebut mengakibatkan jaringan mirip dinding rahim tumbuh di tempat yang tidak semestinya.
Ibu asal Melbourne, Australia ini telah mengidap endometriosis sejak umur 17 tahun. Tapi, keadaannya memburuk sesudah melahirkan anak pertama.
"Kami tidak bisa melakukan hubungan seksual karena itu menyakitkan, tapi kami juga tidak bisa ciuman. Aku tidak bisa berpegangan tangan dengan suamiku," jelas Wynona.
Awalnya, Wynona mengira jika keadaan tersebut diakibatkan oleh kehamilan. Namun, ia tak kunjung membaik bahkan setelah melahirkan.
Akibatnya, kini Wynona tidak bisa melakukan hal-hal yang membuatnya terangsang. Ibu ini mengungkap jika tubuhnya menjadi lebih sensitif dan mudah nyeri.
Wynona sendiri melahirkan lewat operasi cesar. Selain endometriosis, Wynona juga mengalami vaginismus atau kondisi yang membuat vagina miliknya tertutup rapat.
Ia pun disarankan oleh dokter untuk melakukan operasi plastik di organ intim. Namun, hingga kini Wynona masih tidak bisa berhubungan seksual dengan suami.
"Kami sepakat melakukan operasi plastik sebagai jalan terakhir, kami benar-benar mencoba segalanya."
"Kami seharusnya melakukan operasi plastik tapi itu juga tidak membantu, karena trauma mental dan psikologis itu masih ada setelah kau lewati begitu banyak rasa sakit," tambahnya.
"Aku punya suami menakjubkan yang tidak masalah meski kami tidak berhubungan seksual."
"Kami berusaha agar tetap intim dengan cara lain, jadi kami melakukan semuanya bersama. Biasanya kami pergi bekerja bersama, naik kereta bersama, dan pulang bersama," tandas ibu 28 tahun tersebut.
- Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
- Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : yuli-astutik
-
Sosialisasi, Penempelan Rambu, dan Membuat Jalur Tangga Exit Di Pondok Pesantren AN-NUR Surabaya
-
619 Anak di Bantul Positif TBC Diduga Tertular dari Digendong dan Dicium
-
Perawatan Kulit Anti Penuaan Dini Berbahan Bunga Edelweiss dari Switzerland
-
Dr Hafiza Fikri Fadel Jelaskan Syarat Utama Merawat Kulit Wajah
KOMENTAR ANDA
Artikel Lainnya
-
Pentingnya aplikasi peduli lindungi pasca Covid 19
27 Mei 2022 14:41 -
Pasti Baru Tau, Ini kenapa Bayi Nangis Saat Lahir
9 Maret 2022 13:58 -
Jangan Panik, Pahami Jenis Kejang Dan Cara Mengatasinya
8 Maret 2022 22:04 -
Ingin Melahirkan Normal? Penuhi Syaratnya
8 Maret 2022 06:48 -
Tips Menjaga Kesehatan Mental, Agar Tidak Mudah Stress
7 Maret 2022 22:02 -
Jangan 'Terlewat' Makan Malam, Ini Manfaatnya
6 Maret 2022 06:32 -
23 Februari 2022 20:37
-
7 Kesalahan dalam Mendidik Psikis Anak
16 Januari 2022 18:22
Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.