1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. SEHAT

Teknologi Artificial Intelligence yang bisa Mendiagnosa Kanker

Penulis : Rizqi Fadhilah

13 Juni 2022 15:20

Teknologi Artificial Intelligence yang Bisa Mendiagnosis Kanker

Selama beberapa tahun terakhir, para peneliti telah mengembangkan alat Artificial Intelligence yang berpotensi membuat pencitraan atau imaging kanker lebih cepat, lebih akurat, dan bahkan lebih informatif. Hal ini cukup menggembirakan terutama untuk tenaga kesehatan karena membantu mempermudah diagnosis kanker. Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan mengacu pada program komputer, atau algoritma, yang menggunakan data untuk membuat keputusan atau prediksi. Untuk membangun sebuah algoritma, para ilmuwan mungkin membuat seperangkat aturan, atau instruksi, untuk diikuti komputer sehingga dapat menganalisis data dan membuat keputusan. Fungsi tersebut dapat dimanfaatkan dan diaplikasikan untuk bidang kesehatan yaitu salah satunya untuk membantu diagnosis, dalam hal ini untuk mendiagnosis kanker.
Dokter menggunakan tes pencitraan kanker untuk menjawab berbagai pertanyaan, seperti: Apakah itu kanker atau benjolan yang tidak berbahaya? Jika itu kanker, seberapa cepat pertumbuhannya? Sudah sejauh mana penyebarannya? Apakah tumbuh kembali setelah perawatan? Studi menunjukkan bahwa AI memiliki potensi untuk meningkatkan kecepatan, akurasi, dan keandalan yang digunakan dokter untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. AI dapat mengotomatiskan penilaian dan tugas yang saat ini dapat dilakukan manusia tetapi membutuhkan banyak waktu.
Selain itu, AI dapat membuat interpretasi gambar—tugas yang sangat subjektif— dimana menjadi lebih mudah dan reliabel. Tetapi yang paling menarik bagi para ilmuwan adalah potensi AI untuk melampaui apa yang dapat dilakukan manusia saat ini. AI dapat "melihat" hal-hal yang kita manusia tidak bisa, dan dapat menemukan pola dan hubungan yang kompleks antara jenis data yang sangat berbeda.
Tes seperti mammogram dan Pap Test digunakan untuk memeriksa seseorang untuk tanda-tanda kanker atau sel prakanker yang dapat berubah menjadi kanker. Tujuannya adalah untuk menangkap dan mengobati kanker sejak dini, sebelum menyebar atau bahkan sebelum terbentuk sama sekali. Para ilmuwan telah mengembangkan alat AI untuk membantu tes skrining untuk beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara. Program komputer berbasis AI telah digunakan untuk membantu dokter menginterpretasikan mammogram selama lebih dari 20 tahun, tetapi penelitian di bidang ini berkembang pesat.
Satu kelompok menciptakan algoritma AI yang dapat membantu menentukan seberapa sering seseorang harus diskrining untuk kanker payudara. Model tersebut menggunakan gambar mammogram seseorang untuk memprediksi risiko terkena kanker payudara dalam 5 tahun ke depan. Dalam berbagai pengujian, model ini lebih akurat daripada alat saat ini yang digunakan untuk memprediksi risiko kanker payudara. Untuk kanker usus besar, beberapa alat AI telah ditunjukkan dalam uji klinis untuk meningkatkan deteksi pertumbuhan prakanker yang disebut adenoma. Namun, karena hanya sebagian kecil adenoma yang berubah menjadi kanker, beberapa ahli khawatir bahwa alat AI semacam itu dapat menyebabkan perawatan yang tidak perlu dan tes tambahan bagi banyak pasien.
Dengan berkembangnya teknologi terutama dalam bidang kecerdasan buatan, hal ini menimbulkan secercah harapan untuk perkembangan teknologi di bidang medis sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih akurat dan efisien bagi para pasien. Dengan demikian, angka kualitas hidup dan angka kesembuhan pasien menjadi lebih optimal. Sehingga, penting untuk penelitian dalam bidang teknologi kesehatan atau medis agar terus dikembangkan dan menjadi lebih baik lagi seiring berkembangnya zaman.

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : rizqi-fadhilah

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya