Etos Kerja Tinggi Pemain PSIS Semarang Diapresiasi Usai Imbang Lawan Arema FC
Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius, memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya atas etos kerja mereka yang berhasil menahan imbang Arema FC dengan skor 2-2 di tengah kondisi hujan deras.

Pertandingan antara PSIS Semarang dan Arema FC di Stadion Soepriadi, Blitar, Jawa Timur pada Senin, 24 Februari 2024, berakhir imbang dengan skor 2-2. Hasil ini didapatkan di tengah guyuran hujan deras yang menambah tantangan bagi kedua tim. Pertandingan ini penting bagi PSIS Semarang yang berjuang untuk keluar dari zona degradasi. Pelatih dan pemain PSIS sama-sama mengakui sulitnya laga ini, namun tetap bangga dengan hasil imbang yang diraih.
Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius, dalam konferensi pers seusai pertandingan, memberikan apresiasi yang tinggi kepada para pemainnya. Ia menyebut pertandingan melawan Arema FC, tim dengan kedalaman skuad berkualitas, sangat sulit dilalui, terlebih dengan kondisi lapangan yang basah akibat hujan. "Pemain PSIS mampu bekerja keras dan terus bertarung di atas lapangan. Hari ini menjadi hari yang sangat sulit bagi kami," kata Gilbert.
Meskipun hanya meraih hasil imbang, Gilbert menilai poin yang didapatkan sangat penting untuk membangkitkan semangat dan mental para pemain. Satu poin tambahan ini juga membantu PSIS menjauh dari ancaman zona degradasi. Saat ini, PSIS hanya terpaut dua poin dari Madura United yang berada di peringkat 16 Liga 1, dan terpaut empat poin dari Persis Solo dan PSS Sleman yang berada di posisi terbawah.
Apresiasi Pelatih dan Semangat Pemain PSIS
Gilbert Agius secara khusus memuji kerja keras dan perjuangan para pemainnya dalam pertandingan tersebut. "Saya bangga dengan pemain saya. Poin yang kami dapatkan pada pertandingan melawan tim dengan kualitas bagus ini sangat penting," ujarnya. Hasil imbang ini menjadi modal berharga untuk menghadapi dua laga berat berikutnya melawan Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya.
Gilbert menambahkan bahwa ia akan fokus untuk mengembalikan rasa percaya diri para pemainnya agar dapat tampil lebih maksimal di pertandingan-pertandingan selanjutnya. "Saya akan mengembalikan rasa percaya diri para pemain dalam bekerja dan bermain," ucapnya.
Senada dengan pelatihnya, pemain PSIS Semarang, Septian David Maulana, mengakui bahwa pertandingan melawan Arema FC merupakan salah satu laga terberat yang dihadapi timnya. Ia menyadari betapa sulitnya untuk keluar dari papan bawah klasemen, apalagi saat berhadapan dengan tim kuat seperti Arema FC.
Septian tetap optimistis bahwa tambahan satu poin ini akan meningkatkan rasa percaya diri tim untuk tampil lebih baik di pertandingan mendatang. "Seperti kata pelatih, satu poin penting agar bisa membangkitkan semangat teman-teman dan tidak sampai masuk zona degradasi," kata Septian.
Poin Penting untuk Hindari Degradasi
Hasil imbang melawan Arema FC memberikan dampak positif bagi PSIS Semarang dalam upaya menghindari degradasi. Tambahan satu poin memang tidak cukup untuk langsung keluar dari zona merah, namun hal ini memberikan suntikan motivasi dan kepercayaan diri bagi tim. PSIS kini fokus untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya dengan target meraih poin maksimal.
Pertandingan melawan Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya akan menjadi ujian berat bagi PSIS. Namun, dengan semangat juang dan etos kerja yang tinggi seperti yang ditunjukkan dalam pertandingan melawan Arema FC, PSIS diharapkan mampu meraih hasil positif dan menjauhi zona degradasi.
Keberhasilan menahan imbang Arema FC menunjukkan mentalitas kuat dan kerja sama tim yang solid. Hal ini menjadi modal berharga bagi PSIS untuk menghadapi tantangan di sisa pertandingan Liga 1 musim ini. Dukungan penuh dari suporter juga diharapkan dapat meningkatkan semangat para pemain dalam perjuangan mereka.