Pelita Jaya Didesak Kembali ke Jati Diri, Coach Ahang Ingatkan Konsistensi Permainan
Pelatih Pelita Jaya, Coach Ahang, menekankan pentingnya konsistensi dan jati diri tim untuk meraih kemenangan di IBL 2025, setelah sempat kehilangan ritme permainan di laga sebelumnya.

Pelita Jaya Jakarta, juara bertahan Indonesian Basketball League (IBL), tengah menghadapi tantangan untuk mempertahankan konsistensi permainan mereka. Hal ini ditekankan langsung oleh pelatih kepala, Johannis Winar atau Coach Ahang, yang mengingatkan anak asuhnya agar tidak kehilangan jati diri di lapangan. Pernyataan ini disampaikan menyusul hasil pertandingan pekan keenam IBL Gopay 2025, di mana Pelita Jaya sempat tertinggal poin di kuarter kedua saat melawan Tangerang Hawks Basketball.
Pertandingan melawan Tangerang Hawks yang dimenangkan Pelita Jaya dengan skor 97-75 pada Kamis, 13 Februari 2025, menjadi sorotan Coach Ahang. Meskipun meraih kemenangan, Coach Ahang menyoroti penurunan performa tim di kuarter kedua. Ia melihat timnya kehilangan tempo permainan cepat yang menjadi ciri khas Pelita Jaya, dan justru terbawa oleh gaya permainan lawan. Hal ini mengakibatkan perolehan poin menjadi ketat dan membuat para pemain kesulitan mencetak angka.
Coach Ahang menjelaskan, "Jati diri Pelita Jaya itu juga bermain dengan tempo cepat, jadi hal itu juga tidak boleh berubah." Ia menambahkan bahwa tim harus mampu menjaga keseimbangan antara permainan bertahan dan menyerang. Mentalitas tinggi dan strategi yang matang juga menjadi kunci keberhasilan tim dalam menghadapi setiap lawan di kompetisi IBL 2025. Kehilangan jati diri ini berdampak negatif bagi performa tim di lapangan.
Peran Penting Tempo Cepat dan Kerja Sama Tim
Coach Ahang menyoroti pentingnya menjaga tempo permainan cepat yang menjadi ciri khas Pelita Jaya. Ia menjelaskan bahwa di kuarter kedua saat melawan Tangerang Hawks, timnya mulai bermain isolation, yang bukan merupakan gaya permainan mereka. Akibatnya, pergerakan bola menjadi kurang efektif dan berdampak negatif terhadap perolehan poin. "Kuarter kedua saat itu, kami tidak bermain dengan jati diri, anak-anak mulai bermain isolation yang bukan gaya kami, sehingga bola tidak banyak bergerak dan itu berbuah negatif," ujar Coach Ahang.
Lebih lanjut, Coach Ahang menekankan pentingnya kerja sama tim dan menjaga keseimbangan permainan. Brandon Jawato dan rekan-rekannya harus mampu bermain baik dalam bertahan maupun menyerang. Mentalitas yang kuat dan persiapan strategi yang matang juga menjadi faktor penentu keberhasilan tim.
Usai jeda kompetisi pada awal Maret 2025, Coach Ahang berharap timnya dapat kembali ke pola permainan mereka sendiri dan menerapkan strategi yang telah dilatih bersama. Ia menekankan pentingnya kembali ke jati diri Pelita Jaya untuk menghadapi sisa pertandingan IBL 2025.
Pelita Jaya di IBL Gopay 2025
Hingga pekan keenam IBL Gopay 2025, Pelita Jaya Jakarta telah memainkan lima pertandingan dengan catatan empat kemenangan dan satu kekalahan. Hasil ini menempatkan mereka di peringkat ke-13 klasemen sementara. Namun, perlu diingat bahwa Pelita Jaya masih memiliki lebih banyak pertandingan tersisa dibandingkan tim lain karena juga berlaga di Basketball Champions League (BCL) Asia 2025.
Meskipun berada di peringkat yang kurang menguntungkan, Coach Ahang tetap optimistis. Ia percaya bahwa dengan mengembalikan jati diri dan konsistensi permainan, Pelita Jaya dapat kembali bersaing di papan atas klasemen IBL 2025. Keikutsertaan di BCL Asia juga diharapkan dapat meningkatkan pengalaman dan kualitas permainan tim.
Dengan mengembalikan fokus pada tempo cepat dan kerja sama tim, Pelita Jaya diharapkan dapat meraih hasil yang lebih baik di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Coach Ahang dan tim pelatih akan terus membimbing para pemain untuk mencapai performa terbaik mereka.
Pelita Jaya harus tetap fokus pada strategi dan kerja sama tim untuk meraih hasil maksimal di sisa pertandingan IBL 2025. Konsistensi dan jati diri tim menjadi kunci utama dalam upaya mempertahankan gelar juara.