Rans Simba Bogor Lepas Thomas De Thaey, Pertahanan Jadi Fokus Utama
Rans Simba Bogor resmi melepas pemain asingnya, Thomas De Thaey, di tengah IBL 2025 karena performanya dinilai kurang optimal dan manajemen berencana mencari pengganti untuk memperkuat pertahanan.

Rans Simba Bogor, tim bola basket profesional Indonesia, secara resmi telah melepas pemain asingnya, Thomas De Thaey. Pengumuman ini disampaikan pada 3 April 2025, bertepatan dengan jeda kompetisi IBL 2025 untuk perayaan Lebaran. Keputusan ini menandai pergantian pemain asing pertama bagi Rans Simba Bogor di musim reguler tahun ini, dan menimbulkan pertanyaan tentang strategi tim untuk babak selanjutnya.
Penampilan De Thaey di musim ini memang terbilang kurang maksimal jika dibandingkan dengan dua pemain asing lainnya, KJ Buffen dan Aaron Fuller. Meskipun berperan sebagai pelindung ring, statistiknya menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Hal ini menjadi pertimbangan utama manajemen Rans Simba Bogor dalam mengambil keputusan tersebut. Manajemen menilai perlu adanya perubahan untuk meningkatkan performa tim secara keseluruhan.
Data dari laman IBL menunjukkan penurunan performa De Thaey secara signifikan. Musim ini, ia mencatatkan rata-rata 9,5 poin, 7,5 rebound, dan 1,5 assist per game dengan waktu bermain 18,5 menit per laga dalam 13 pertandingan. Angka ini jauh berbeda dengan performanya di musim 2024 saat memperkuat Hangtuah Jakarta, di mana ia mampu membukukan rata-rata 18,9 poin, 9,7 rebound, dan 1,9 assist per game. Perbedaan statistik ini menjadi indikator utama penurunan performa De Thaey.
Pertahanan Rans Simba Bogor: PR Utama
Meskipun Rans Simba Bogor tampil impresif dalam serangan dan menempati peringkat kedua dalam catatan offensive rebound dengan rata-rata 13,8 per game, pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. Tim asuhan Anthony Garbelotto masih tertinggal dalam hal pertahanan, menempati peringkat kesembilan dalam total rebound bertahan (27,7 per game). Kelemahan ini menjadi alasan utama manajemen mencari pengganti De Thaey.
Kehilangan De Thaey tentu menciptakan kekosongan di lini pertahanan Rans Simba Bogor. Manajemen menyadari hal ini dan berencana untuk segera mencari pemain pengganti yang lebih mampu memperkuat area pertahanan. Pemain baru diharapkan mampu meningkatkan performa tim secara keseluruhan, khususnya dalam hal rebound bertahan dan menjaga stabilitas pertahanan.
Pelatih kepala, Anthony Garbelotto, diyakini akan berperan penting dalam proses seleksi pemain pengganti. Ia akan mencari pemain yang tidak hanya memiliki kemampuan individu yang mumpuni, tetapi juga mampu beradaptasi dengan cepat dengan strategi dan gaya bermain tim. Proses seleksi ini diperkirakan akan memakan waktu, mengingat pentingnya peran pemain asing dalam menentukan kekuatan sebuah tim.
Mencari Pengganti yang Ideal
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai siapa pemain yang akan menggantikan Thomas De Thaey. Manajemen Rans Simba Bogor masih melakukan evaluasi dan pencarian pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim. Kriteria pemain pengganti tentu akan mempertimbangkan kemampuan bertahan yang solid, kemampuan rebound yang baik, dan kemampuan beradaptasi dengan cepat dalam tim.
Keputusan melepas De Thaey menunjukkan komitmen Rans Simba Bogor untuk terus meningkatkan performa tim. Manajemen berharap dengan adanya pergantian pemain ini, pertahanan tim akan semakin solid dan mampu bersaing di papan atas klasemen IBL 2025. Publik pun menantikan siapa pemain yang akan direkrut untuk mengisi posisi yang ditinggalkan De Thaey.
Proses pencarian pemain pengganti ini akan menjadi fokus utama manajemen Rans Simba Bogor dalam beberapa waktu ke depan. Mereka akan berupaya menemukan pemain yang tepat untuk menutup celah pertahanan dan meningkatkan performa tim di paruh kedua musim reguler IBL 2025. Sukses Rans Simba Bogor di sisa musim ini sangat bergantung pada keberhasilan mereka dalam menemukan pengganti yang ideal.
Dengan berakhirnya masa kerja Thomas De Thaey, Rans Simba Bogor memasuki babak baru dalam perjalanan mereka di IBL 2025. Tantangan untuk mempertahankan konsistensi performa dan memperbaiki pertahanan akan menjadi fokus utama tim hingga akhir musim.