Bank Emas: Tiga Manfaat Strategis untuk Kemakmuran Indonesia
Pemerintah sebut Bank Emas, yang baru diresmikan, akan tingkatkan perekonomian Indonesia melalui platform aman, diversifikasi investasi, dan cadangan devisa.
Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan Bank Emas di Jakarta pada Rabu (26/2), sebuah langkah strategis yang diyakini akan memberikan dampak positif signifikan bagi perekonomian Indonesia. Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) melalui Juru Bicaranya, Prita Laura, memaparkan tiga manfaat utama dari kehadiran Bank Emas ini, yang berkontribusi pada visi "Indonesia Maju" dan target "Indonesia Emas 2045". Kehadiran Bank Emas ini menjawab pertanyaan "Bagaimana Indonesia dapat meningkatkan kemandirian ekonomi?" dengan menawarkan solusi inovatif dalam pengelolaan aset emas nasional.
Kehadiran Bank Emas memberikan platform yang aman dan terstruktur bagi para investor untuk bertransaksi emas tanpa harus memegang emas fisik. Hal ini mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan kepercayaan dalam investasi emas. Sistem yang terstruktur ini juga akan memudahkan pengawasan dan mencegah praktik-praktik ilegal di pasar emas. Lebih lanjut, Prita menjelaskan bahwa Bank Emas akan berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan mengelola cadangan emas secara lebih efektif.
Manfaat lainnya adalah diversifikasi investasi. Bank Emas akan memudahkan akses investor terhadap emas sebagai instrumen investasi, sehingga mengurangi ketergantungan pada instrumen investasi lain. Dengan demikian, investor memiliki pilihan yang lebih beragam dan dapat mengurangi risiko portofolio. Selain investor, kalangan industri, khususnya pertambangan dan perhiasan emas, juga akan diuntungkan dengan akses yang lebih luas ke pasar global logam mulia.
Platform Investasi Emas yang Aman dan Terstruktur
Bank Emas menawarkan platform yang aman dan terstruktur untuk transaksi emas, menghilangkan kebutuhan untuk memegang emas fisik secara langsung. Hal ini mengurangi risiko kehilangan, kerusakan, atau pencurian. Sistem yang terstruktur juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam transaksi emas.
Dengan sistem yang terintegrasi, Bank Emas diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan aset emas nasional. Kehadirannya juga akan meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun internasional, terhadap pasar emas Indonesia.
Bank Emas juga diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Prita menyebutkan, ekosistem Bank Emas diperkirakan akan menciptakan 1,8 juta lapangan kerja baru, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Diversifikasi Investasi dan Penguatan Ekonomi Nasional
Bank Emas menyediakan diversifikasi investasi bagi investor, memberikan pilihan investasi alternatif yang lebih aman dan likuid. Dengan kemudahan akses, investor dapat lebih mudah mengalokasikan aset mereka ke emas.
Prita menambahkan, Bank Emas juga akan memberikan dampak positif bagi industri pertambangan dan perhiasan emas di Indonesia. Akses yang lebih luas ke pasar global akan meningkatkan daya saing dan pendapatan pelaku industri dalam negeri.
Lebih jauh lagi, Bank Emas diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di pasar global, karena pengelolaan emas yang lebih baik akan meningkatkan cadangan devisa negara.
Cadangan Devisa dan Pertumbuhan PDB
Bank Emas akan berperan sebagai bagian dari cadangan devisa nasional, memperkuat posisi keuangan negara di mata internasional. Peningkatan kepemilikan emas dalam negeri diproyeksikan berkontribusi pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 1,6 persen atau sekitar Rp245 triliun.
Integrasi Bank Emas dengan sistem keuangan nasional akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan cadangan devisa. Hal ini akan memberikan stabilitas ekonomi yang lebih baik dan mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang asing.
Peningkatan cadangan devisa juga akan meningkatkan daya beli Rupiah dan memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian global.
Bank Emas yang dikelola oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian ini menawarkan berbagai layanan, termasuk penitipan emas, perdagangan emas, tabungan emas, pembiayaan emas, dan deposito emas. BSI mengelola sekitar 17,5 ton emas, melengkapi layanan gadai emas, cicil emas, dan BSI emas digital yang sudah ada. Sementara Pegadaian akan menghimpun dana emas masyarakat sebagai simpanan yang dapat didepositokan.