Basarnas Perkuat Edukasi SAR: Waspada Bencana dan Hubungi 115!
Mantan Kepala Basarnas, Kusworo, menekankan pentingnya edukasi SAR bagi masyarakat untuk mitigasi bencana, terutama di musim hujan, serta mengimbau masyarakat untuk menghubungi nomor darurat 115.
Perubahan iklim meningkatkan risiko bencana, sehingga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) perlu memperkuat edukasi keselamatan, pencarian, dan pertolongan (SAR) kepada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh eks Kepala Basarnas periode 2023-2025, Kusworo, usai serah terima jabatan kepada Kepala Basarnas yang baru, Muhammad Syafii, di Jakarta, Senin (24/2).
Edukasi SAR mencakup teknik menghadapi ancaman dan menghindari situasi berbahaya. Kusworo menegaskan bahwa edukasi ini merupakan misi penting Basarnas, selain operasi SAR saat tanggap darurat. Ia menekankan pentingnya peran Basarnas dalam pencegahan dan mitigasi bencana melalui program edukasi dan literasi keselamatan.
"Basarnas harus selalu hadir 24 jam untuk menjamin keselamatan masyarakat, baik melalui operasi SAR saat tanggap darurat maupun dalam tahap pencegahan dan mitigasi melalui program edukasi dan literasi keselamatan," ujar Kusworo. Ia berharap Basarnas di bawah kepemimpinan Syafii tetap dicintai masyarakat dan berkomitmen memberikan pelayanan SAR yang cepat, tepat, aman, dan sinergis.
Pentingnya Kewaspadaan dan Edukasi SAR
Kusworo mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim hujan yang rawan bencana hidrometeorologi dan kecelakaan lalu lintas. Ia optimistis Basarnas akan terus berkomitmen memberikan pelayanan SAR kepada seluruh lapisan masyarakat.
"Untuk itu, jika membutuhkan bantuan SAR, segera hubungi emergency call 115 Basarnas. Layanan ini tersedia 24 jam dan tanpa dikenakan biaya apa pun," kata Kusworo. Ia juga menyampaikan moto Basarnas, 'Avignam Jagat Samagram' yang bermakna selamatlah alam semesta.
Komitmen Basarnas dalam memberikan layanan SAR tercermin dalam tindakan cepat, tepat, aman, dan sinergis dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat. Hal ini menunjukkan kesiapan Basarnas dalam menghadapi berbagai tantangan dalam upaya penyelamatan jiwa.
Pentingnya edukasi SAR juga ditekankan sebagai upaya proaktif dalam mengurangi risiko bencana. Dengan pemahaman yang baik tentang keselamatan dan prosedur pertolongan, masyarakat dapat lebih siap menghadapi situasi darurat dan meminimalisir dampak negatif.
Serah Terima Jabatan Kepala Basarnas
Sebelumnya, pada Jumat (21/2), Muhammad Syafii resmi dilantik sebagai Kepala Basarnas oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta. Ia menggantikan Kusworo.
Pada pelantikan tersebut, Syafii mengucapkan sumpah jabatan. "Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia dan taat kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," ujarnya.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan dapat membawa semangat baru bagi Basarnas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, termasuk dalam hal peningkatan edukasi SAR kepada masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak, diharapkan upaya penyelamatan jiwa dan mitigasi bencana dapat berjalan lebih efektif.
Melalui peningkatan edukasi dan kewaspadaan masyarakat, diharapkan jumlah korban bencana dapat diminimalisir. Basarnas, sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam hal pencarian dan pertolongan, memiliki peran penting dalam hal ini. Dengan menghubungi nomor darurat 115, masyarakat dapat segera mendapatkan bantuan ketika dibutuhkan.