BMKG Imbau Kewaspadaan: Gelombang Tinggi Ancam Perairan Sumatera Utara
BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan Sumatera Utara, terutama di sekitar Kepulauan Nias dan Kepulauan Batu, mulai Kamis hingga Jumat pagi, mengancam keselamatan nelayan dan kapal.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan mengeluarkan peringatan dini akan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Sumatera Utara. Peringatan ini disampaikan menyusul prediksi cuaca yang menunjukkan peningkatan signifikan tinggi gelombang laut. Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Christen Marpaung dari Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan pada Kamis, 03 April.
Gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai 2,5 meter diperkirakan akan terjadi mulai Kamis pagi hingga Jumat pagi. BMKG mengimbau para nelayan dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah antisipasi guna mencegah potensi kerugian dan kecelakaan. Wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi perlu mendapatkan perhatian khusus.
Ancaman gelombang tinggi ini bukan tanpa sebab. Christen Marpaung menjelaskan bahwa pola angin di perairan Sumatera Utara bagian timur umumnya bergerak dari arah Timur-Barat Daya, sementara di bagian barat bergerak dari Barat-Timur Laut. Kecepatan angin yang diperkirakan berkisar antara 4 hingga 20 knot turut berkontribusi pada peningkatan tinggi gelombang.
Waspada di Perairan Kepulauan Nias dan Batu
BMKG memprediksi tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa lokasi spesifik. Perairan Barat Kepulauan Nias, Samudera Hindia Barat Kepulauan Nias, dan Perairan Barat Kepulauan Batu menjadi area yang paling berisiko. Nelayan dan operator kapal diimbau untuk memperhatikan informasi ini dengan serius.
Tinggi gelombang yang mencapai 1,25 meter saja sudah berisiko bagi keselamatan pelayaran perahu nelayan, terutama jika kecepatan angin mencapai 15 knot. Situasi ini tentu membutuhkan kewaspadaan ekstra dari para nelayan. Mereka harus mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut dan memastikan keselamatan diri dan armada mereka.
Tidak hanya perahu nelayan, kapal tongkang juga perlu waspada. BMKG menyarankan agar kapal tongkang meningkatkan kewaspadaan jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Kapal jenis ini memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap gelombang tinggi, sehingga langkah antisipasi sangat penting.
Rekomendasi Keselamatan Pelayaran
BMKG menekankan pentingnya memperhatikan informasi cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut. Para nelayan dan operator kapal disarankan untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan gelombang melalui berbagai saluran informasi yang tersedia, termasuk website resmi BMKG. Dengan begitu, mereka dapat mengambil keputusan yang tepat dan meminimalisir risiko.
Selain itu, memperhatikan kondisi kapal dan peralatan keselamatan juga sangat krusial. Peralatan keselamatan seperti pelampung dan radio komunikasi harus dalam kondisi baik dan siap digunakan. Para nelayan juga perlu memastikan bahwa mereka memiliki cukup bahan bakar dan perbekalan untuk menghadapi kondisi cuaca yang buruk.
Kerjasama antara nelayan, pemangku kepentingan terkait, dan BMKG sangat penting dalam menghadapi potensi gelombang tinggi ini. Informasi dan peringatan dini yang disampaikan oleh BMKG harus direspon dengan cepat dan tepat oleh para nelayan dan operator kapal agar dapat menghindari potensi bahaya.
BMKG akan terus memantau dan memberikan informasi terkini terkait kondisi cuaca dan gelombang di perairan Sumatera Utara. Diharapkan seluruh pihak dapat bekerja sama untuk menjaga keselamatan pelayaran dan meminimalisir dampak negatif dari potensi gelombang tinggi ini.