BPBD Lebak Siaga Bencana Banjir dan Longsor di Puncak Musim Hujan
BPBD Lebak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor di bulan Januari 2025 seiring dengan puncak musim hujan dan telah menyiapkan langkah antisipasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor. Hal ini dilakukan seiring dengan prediksi puncak curah hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari 2025. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama, menyatakan kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi potensi bencana alam tersebut.
Antisipasi Bencana Banjir dan Longsor
Intensitas curah hujan sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana banjir dan longsor di wilayah Lebak. Peristiwa banjir yang sempat melanda beberapa pemukiman di Kecamatan Banjarsari dan Wanasalam akibat meluapnya Sungai Cikeusik menjadi contoh nyata. Meskipun banjir tersebut surut dalam beberapa jam, dampaknya cukup signifikan dengan ratusan rumah terendam.
Selain banjir, bencana juga berupa kerusakan infrastruktur. Empat rumah di Kecamatan Panggarangan mengalami kerusakan berat, dan ruas jalan Bojongmanik-Cirinten ambles sepanjang 10 meter dengan kedalaman 3 meter. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Langkah-langkah Kesiapsiagaan BPBD Lebak
BPBD Lebak telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi potensi bencana. Mereka telah menyiapkan peralatan evakuasi, termasuk perahu karet, pelampung, kendaraan operasional, pompa penyedot air, gergaji mesin, dan kendaraan dapur umum. Logistik seperti beras, makanan siap saji, mie instan, air kemasan, berbagai makanan, dan obat-obatan juga telah disiapkan untuk membantu warga yang terdampak.
Layanan siaga 24 jam diberikan oleh BPBD Lebak untuk memastikan respon cepat terhadap potensi bencana. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca buruk dan memonitor informasi dari BPBD setempat.
Kesigapan Masyarakat
Warga di daerah rawan bencana, khususnya di Kecamatan Cimarga yang pernah mengalami pergerakan tanah, juga menunjukkan kesigapan. Mereka meningkatkan kewaspadaan dan bahkan beberapa warga memilih untuk berteduh di posko pengungsian karena khawatir dengan kondisi rumah yang sudah mengalami kerusakan akibat hujan deras.
Kesimpulan
Dengan prediksi puncak musim hujan di bulan Januari 2025, BPBD Lebak telah mengambil langkah antisipasi yang komprehensif dalam menghadapi potensi banjir dan longsor. Kesiapan peralatan, logistik, dan layanan siaga 24 jam menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi warganya. Kerja sama dan kesigapan masyarakat juga sangat penting dalam menghadapi potensi bencana alam ini.