Cegah Stunting, Baznas-Pemkot Probolinggo Salurkan Bantuan Gizi untuk 280 Balita
Baznas dan Pemkot Probolinggo berkolaborasi dalam penyaluran bantuan paket gizi untuk mencegah stunting pada 280 balita, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kota Probolinggo, Jawa Timur, 27 Maret 2024 - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo dan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo, Jawa Timur, bergabung dalam upaya pencegahan stunting dengan menyalurkan bantuan paket perbaikan gizi kepada 280 balita. Penyaluran bantuan ini dilakukan di halaman Kantor Wali Kota Probolinggo pada Kamis lalu. Bantuan ini menyasar balita yang berisiko mengalami stunting, dengan harapan dapat mencegah gangguan tumbuh kembang dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Probolinggo.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, dalam sambutannya menekankan pentingnya pencegahan stunting. "Gizi buruk menyebabkan gangguan perkembangan otak anak," ujarnya, "Perkembangan otak merupakan modal dasar peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penentu inteligensia." Aminuddin mengakui bahwa gizi buruk masih menjadi tantangan serius di Kota Probolinggo, dan hal ini harus segera diatasi.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak, bahkan setelah terbebas dari risiko stunting. Beliau menjelaskan bahwa berbagai penyakit, seperti diare, tuberkulosis, atau penyakit infeksi kronis, dapat mengganggu perkembangan anak. Hanya sekitar 10 persen kasus stunting yang disebabkan oleh faktor kongenital (kelainan bawaan), sementara 60-70 persen lainnya terkait dengan penyakit yang mendasari.
Penyaluran Bantuan dan Kesaksian Penerima
Program bantuan ini terdiri dari dua program, yaitu Program Probolinggo Sehat dengan 254 penerima dan Program Probolinggo Peduli dengan 26 penerima. Setelah prosesi penyerahan bantuan, tim relawan Baznas mendistribusikan paket gizi tersebut ke seluruh puskesmas di Kota Probolinggo menggunakan ambulans milik pemerintah kota. Distribusi yang terorganisir ini memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau seluruh penerima manfaat.
Salah satu penerima bantuan, Santi, seorang ibu rumah tangga yang berjualan kue, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia mengaku sangat terbantu dengan paket gizi tersebut, terutama karena kondisi usahanya yang sedang lesu. "Bantuan paket perbaikan gizi ini sangat membantu saya, karena saat ini ekonomi agak menurun, jadi sangat bermanfaat," kata Santi. Hal ini menunjukkan bahwa bantuan tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan balita, tetapi juga meringankan beban ekonomi keluarga penerima.
Inisiatif kolaboratif antara Baznas dan Pemkot Probolinggo ini patut diapresiasi. Kerja sama ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah dan lembaga filantropi dalam upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam mencegah stunting. Dengan memastikan balita mendapatkan gizi yang cukup, diharapkan Kota Probolinggo dapat mencetak generasi penerus yang sehat dan cerdas.
Rincian Bantuan:
- Program Probolinggo Sehat: 254 penerima
- Program Probolinggo Peduli: 26 penerima
- Total penerima bantuan: 280 balita
Semoga bantuan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan dan perkembangan balita di Kota Probolinggo, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.