Disdikbud Kaltim Fokus Pemerataan Guru dan Fasilitas SMK di Seluruh Kabupaten/Kota
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur (Disdikbud Kaltim) berupaya pemerataan distribusi guru dan fasilitas memadai di SMK se-Kaltim untuk tingkatkan kualitas pendidikan.
Samarinda, 27 Februari 2024 - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah berupaya keras mengatasi tantangan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kaltim. Fokus utamanya adalah pemerataan jumlah guru dan pemenuhan fasilitas pendidikan yang memadai di seluruh kabupaten dan kota.
Kepala Bidang SMK Disdikbud Kaltim, Surasa, menyatakan komitmen Disdikbud dalam menyediakan sumber daya pendidikan yang optimal. "Kami terus berupaya menyediakan guru, gedung, perabot, serta meja kursi yang ideal bagi setiap peserta didik," ujarnya di Samarinda, Kamis lalu.
Pernyataan tersebut disampaikan Surasa menanggapi permasalahan ketidakmerataan akses pendidikan di SMK Kaltim. Upaya berkelanjutan ini bertujuan untuk memastikan kualitas pendidikan di seluruh SMK di Kaltim dapat setara, terlepas dari lokasi geografisnya.
Permasalahan Distribusi Guru dan Infrastruktur SMK
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Disdikbud Kaltim adalah distribusi guru yang belum merata. Surasa mengakui bahwa ketersediaan guru produktif, khususnya yang memiliki latar belakang kejuruan, masih terbatas di beberapa wilayah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk keterbatasan jumlah perguruan tinggi yang mencetak guru-guru kejuruan.
Untuk mengatasi hal ini, Disdikbud Kaltim terus berupaya memperjuangkan pemerataan distribusi guru. "Jumlah guru SMK negeri saat ini sekitar 3.000 orang, ditambah hampir 2.000 guru yang mengabdi di sekolah swasta," ungkap Surasa. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di seluruh SMK di Kaltim.
Selain itu, Disdikbud Kaltim juga memperhatikan pengembangan infrastruktur. Rencananya, akan dibangun sekitar empat SMK baru di beberapa wilayah, seperti Kutai Barat, Balikpapan, dan Paser. Namun, detail informasi mengenai rencana pembangunan ini masih dalam proses pengecekan lebih lanjut.
Surasa juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran. "Efisiensi anggaran tetap kami laksanakan, namun hasil efisiensi tersebut akan diarahkan kembali ke sektor pendidikan," tegasnya. Hal ini sejalan dengan visi dan misi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kaltim.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pendidikan Gratis
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat dan program Pendidikan Gratis dari Pemda Kaltim, Surasa menjelaskan bahwa Disdikbud Kaltim masih menunggu arahan dan kebijakan lebih lanjut. "Kami masih dalam proses penyelarasan dengan kebijakan pemerintah pusat. Jadi, belum ada keputusan final," katanya.
Meskipun telah dilakukan uji coba program MBG di SMK Negeri 16 Samarinda, implementasi secara menyeluruh masih menunggu hasil evaluasi dan koordinasi dengan Badan Gizi. Hal ini menunjukkan komitmen Disdikbud Kaltim untuk memastikan program-program tersebut berjalan efektif dan efisien.
Secara keseluruhan, Disdikbud Kaltim menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan SMK di Kalimantan Timur. Dengan fokus pada pemerataan guru, peningkatan infrastruktur, dan penyelarasan program pemerintah, diharapkan kualitas pendidikan di SMK Kaltim dapat semakin meningkat di masa mendatang.