DTSEN Uji Petik: Mensos Saifullah Yusuf Tekankan Peran Pilar Sosial
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengingatkan pentingnya peran pilar sosial, terutama pendamping PKH, dalam menjaga validasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kini memasuki tahap uji petik.
Jakarta, 25 Februari 2024 - Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menekankan peran krusial pilar-pilar sosial, khususnya pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dalam memastikan validitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). DTSEN saat ini tengah memasuki tahap uji petik, sebuah proses penting untuk memastikan keakuratan data yang digunakan dalam penyaluran bantuan sosial. Mensos mengingatkan bahwa keberhasilan uji petik ini sangat bergantung pada kerja keras dan koordinasi yang solid dari seluruh pihak terkait.
Proses uji petik DTSEN menuntut pemutakhiran data secara berkala. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor dinamis, seperti adanya warga yang meninggal dunia atau berpindah tempat tinggal. Mensos Saifullah Yusuf menjelaskan, "Sekarang masa uji petik. Tentu data ini perlu dimutakhirkan terus karena ada yang wafat, ada yang pindah tempat. Tapi kalau datanya sama, nanti kita mengintervensinya lebih terarah."
Untuk menjamin keakuratan data, Mensos mengajak seluruh pilar sosial untuk memahami tata cara pemutakhiran data DTSEN. Beliau juga menekankan pentingnya pelatihan dan koordinasi yang efektif. "Seluruh pendamping PKH harus ikut koordinasi pemutakhiran pertama bersama BPS," tegas Mensos.
Pentingnya Koordinasi dan Kolaborasi Antar Pilar Sosial
Mensos Saifullah Yusuf mendorong terciptanya kolaborasi yang erat antar pilar sosial. Pendamping PKH didorong untuk meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pendamping desa, pendamping BKKBN, dan jajaran pemerintah daerah. Hal ini bertujuan untuk menghindari hambatan akibat ego sektoral dan memastikan kelancaran proses pemutakhiran data.
Mensos menekankan pentingnya kerja sama yang solid di tingkat akar rumput. "Besok teman-teman PKH ikut pengarahan bersama saya dengan BPS, nanti akan ketemu dengan relawannya BPS. Pada saatnya akan bertemu dengan pendamping desa, kader-kader. Tidak ada lagi ego sektoral, harus bekerja sama di tingkat basis," pesannya.
Selain koordinasi, disiplin dan kepatuhan terhadap peraturan serta kode etik juga menjadi hal yang sangat penting. Para pilar sosial diharapkan bekerja secara terukur dan bertanggung jawab, dengan selalu mempertimbangkan hasil kerja dan dampaknya. Mensos menambahkan, "Penuhi target, baik kualitatif maupun kuantitatif. Belajar dalam mengukur suatu pekerjaan itu harus ada output, ada impact (dampaknya)."
Pelatihan dan Pemutakhiran Data Bersama BPS
Untuk mendukung proses pemutakhiran data DTSEN, Kementerian Sosial akan menyelenggarakan pelatihan yang akan dilaksanakan melalui zoom meeting bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para pendamping PKH dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam melakukan pemutakhiran data.
Kerja sama dengan BPS ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keakuratan dan validitas data DTSEN. Dengan data yang akurat dan terupdate, pemerintah dapat menyalurkan bantuan sosial secara tepat sasaran dan efektif, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya pelatihan dan koordinasi yang baik, diharapkan proses uji petik DTSEN dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat dan terpercaya. Hal ini akan menjadi dasar yang kuat bagi pemerintah dalam merumuskan dan melaksanakan program-program perlindungan dan kesejahteraan sosial yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Mensos berharap agar seluruh pilar sosial dapat bekerja sama dengan baik, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian, program-program kesejahteraan sosial dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.