Gubernur Bali Prioritaskan Trans Metro Dewata Kembali Beroperasi
Gubernur Bali, Wayan Koster, memprioritaskan pengoperasian kembali Trans Metro Dewata (TMD) menggunakan dana APBD Perubahan 2025 setelah bus tersebut berhenti beroperasi sejak Januari 2025.
Denpasar, 27 Februari 2025 - Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan komitmennya untuk mengembalikan operasional Trans Metro Dewata (TMD), layanan transportasi publik di Bali, yang terhenti sejak 1 Januari 2025. Keputusan ini diambil setelah adanya tuntutan dari masyarakat Bali dan pertimbangan pentingnya transportasi publik bagi kemajuan daerah. Pengoperasian kembali TMD akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2025.
Penghentian operasional TMD yang telah beroperasi selama lebih dari empat tahun dengan dana APBN, menimbulkan keresahan di masyarakat. Banyak warga yang berharap agar layanan transportasi ini kembali beroperasi, mengingat pentingnya peran TMD dalam mengurangi kemacetan dan memberikan akses transportasi yang terjangkau. Pembiayaan operasional TMD yang tidak sedikit menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
Namun, Gubernur Koster menegaskan komitmennya untuk mengatasi permasalahan ini. Beliau menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang dilintasi jalur TMD untuk memastikan keberlangsungan program ini. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyediakan layanan transportasi publik yang berkualitas bagi masyarakat Bali.
Trans Metro Dewata: Solusi Kemacetan dan Transportasi Ramah Lingkungan
Dalam sambutannya pada apel HUT Ke-237 Kota Denpasar, Gubernur Koster menekankan bahwa Trans Metro Dewata merupakan bagian integral dari visi pembangunan infrastruktur dan transportasi di Bali. Program ini sejalan dengan upaya mewujudkan infrastruktur dan transportasi yang ramah lingkungan, serta mengatasi permasalahan kemacetan yang sering terjadi di Bali, khususnya di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Lebih lanjut, Gubernur Koster menjelaskan rencananya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan yang menghubungkan antar kota/kabupaten di Bali. Selain itu, beliau juga berkomitmen untuk mempercepat penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai guna mengurangi polusi udara. Semua upaya ini diarahkan untuk menciptakan sistem transportasi yang efisien dan berkelanjutan.
Gubernur Koster menilai bahwa keberadaan transportasi publik seperti TMD sangat efektif dalam mengatasi kemacetan, terutama di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan). Dengan pengoperasian kembali TMD yang lebih efektif, diharapkan masalah kemacetan dapat teratasi secara signifikan.
"Akan dioperasikan kembali bus Trans Metro Dewata secara lebih efektif, pembangunan infrastruktur dan transportasi tersebut diperhitungkan akan mampu mengatasi masalah kemacetan di wilayah Sarbagita utamanya Denpasar dan Badung," tutur Gubernur Koster.
Kolaborasi Antar Pemerintah Daerah
Gubernur Koster memastikan akan segera melakukan koordinasi dengan Wali Kota Denpasar dan Bupati Badung, Gianyar, serta Tabanan untuk membahas rencana pengoperasian kembali TMD. Kolaborasi antar pemerintah daerah ini sangat penting untuk memastikan keberhasilan program tersebut. Pembagian tanggung jawab dan koordinasi yang baik akan menjadi kunci keberhasilan dalam mengoperasikan kembali TMD.
Dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota, diharapkan akan tercipta sinergi yang optimal dalam pengelolaan dan operasional TMD. Hal ini juga akan memastikan bahwa layanan TMD dapat menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Pengoperasian kembali Trans Metro Dewata diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Bali, baik dari segi kemudahan akses transportasi maupun pengurangan kemacetan. Komitmen Gubernur Koster dan kolaborasi antar pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program ini.
Pemprov Bali berkomitmen untuk menyediakan anggaran yang cukup melalui APBD Perubahan 2025 untuk memastikan kelancaran operasional TMD. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Bali.
Dengan kembali beroperasinya Trans Metro Dewata, diharapkan mobilitas masyarakat Bali akan semakin lancar dan terintegrasi. Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi kemacetan.
Kesimpulan
Keputusan Gubernur Bali untuk memprioritaskan pengoperasian kembali Trans Metro Dewata melalui APBD-P 2025 menandakan komitmen kuat dalam meningkatkan layanan transportasi publik dan mengatasi permasalahan kemacetan di Bali. Kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan program ini untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat Bali.