Indef Usul Dorong Ekspor untuk Pulihkan IHSG
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengusulkan peningkatan devisa ekspor dari sektor perkebunan, pariwisata, dan tenaga kerja Indonesia di luar negeri untuk mendorong IHSG kembali rebound.
Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Institute for Development of Economics and Finance (Indef) pada Senin, 24 Maret, mengusulkan peningkatan devisa ekspor untuk mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali naik. Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, menyoroti pelemahan IHSG sebagai sinyal penurunan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Langkah ini dinilai perlu untuk meningkatkan suplai dolar AS di Indonesia, sehingga investor kembali berinvestasi di pasar modal. Pelemahan IHSG disebabkan oleh berbagai faktor domestik dan global yang menimbulkan ketidakpastian di pasar.
Pemerintah didorong untuk meningkatkan pendapatan dari sektor perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, mineral, batubara, minyak bumi, pariwisata, dan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, khususnya yang berpenghasilan tinggi (white collar). Peningkatan devisa ekspor ini diharapkan dapat memperbaiki kepercayaan investor dan mendorong IHSG kembali pulih. Namun, Esther menekankan bahwa pemulihan IHSG membutuhkan waktu jangka panjang.
Meskipun ada potensi rebound IHSG, menurut Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, hal tersebut bergantung pada sinyal positif dari kebijakan ekonomi dan stabilitas politik. Penurunan IHSG pada sesi I perdagangan Senin, dengan koreksi 143,96 poin atau 2,30 persen, mencerminkan ketidakpastian pasar. Investor akan sangat memperhatikan langkah pemerintah dan swasta dalam menghadapi tantangan yang ada untuk memulihkan kepercayaan pasar.
Meningkatkan Devisa Ekspor: Solusi Jangka Panjang
Indef menyarankan peningkatan devisa melalui ekspor barang dan jasa. Beberapa sektor yang diidentifikasi memiliki potensi besar untuk peningkatan devisa ekspor antara lain perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, mineral, batubara, dan minyak bumi. Selain itu, sektor pariwisata dan tenaga kerja Indonesia di luar negeri (khususnya white collar) juga perlu mendapat perhatian khusus.
Peningkatan devisa ekspor ini diharapkan dapat meningkatkan cadangan devisa negara, khususnya dalam bentuk dolar AS. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor asing dan domestik untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia, sehingga IHSG dapat kembali rebound.
Namun, Indef menekankan bahwa pemulihan IHSG merupakan proses jangka panjang yang memerlukan strategi dan kebijakan yang tepat dan konsisten dari pemerintah. Peningkatan devisa ekspor hanyalah salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan.
Tantangan dan Ketidakpastian Pasar
Penurunan IHSG pada Senin pagi mencerminkan adanya ketidakpastian yang terjadi di pasar modal Indonesia. Ketidakpastian ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun global. Faktor-faktor tersebut perlu diidentifikasi dan diatasi secara komprehensif oleh pemerintah dan sektor swasta.
Investor akan sangat memperhatikan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan sektor swasta dalam menghadapi tantangan tersebut. Kepercayaan investor merupakan faktor kunci dalam pemulihan IHSG. Langkah-langkah yang transparan dan konsisten dari pemerintah sangat penting untuk membangun kembali kepercayaan tersebut.
Selain itu, stabilitas politik juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Stabilitas politik yang baik akan memberikan kepastian dan kepercayaan kepada investor untuk berinvestasi di Indonesia.
Pemulihan IHSG membutuhkan waktu dan kerja keras dari berbagai pihak. Peningkatan devisa ekspor merupakan salah satu langkah penting, namun bukan satu-satunya solusi. Pemerintah dan sektor swasta perlu bekerja sama untuk mengatasi tantangan dan ketidakpastian yang ada di pasar.
Dengan meningkatkan kepercayaan investor melalui kebijakan ekonomi yang tepat dan konsisten serta stabilitas politik yang terjaga, IHSG diharapkan dapat kembali pulih dan tumbuh secara berkelanjutan.